The development of globalization and changes in digital technology in the health sector have encouraged various healthcare facilities, including Permata Dalima Serpong Hospital, to use information technology such as Electronic Medical Records (EMR) to provide more efficient services, more accurate data, and better medical decision-making. Although EMR has been mandated by Minister of Health Regulation No. 24 of 2022 and is expected to overcome weaknesses in manual recording, its implementation still faces problems such as insufficient workforce skills, lack of training, and low system integration, resulting in suboptimal acceptance and use of EMR. This study aims to determine the factors influencing user acceptance of the EMR system in the inpatient unit of Permata Dalima Serpong Hospital using the Technology Acceptance Model (TAM) method. This study uses a quantitative approach, with a causal research type. The population in this study is all healthcare workers who are involved in electronic medical records in the inpatient unit of Permata Dalima Serpong Hospital. Using simple random sampling, a sample of 154 people was obtained. Data collection was conducted through primary questionnaires and analyzed using structural equation modeling (SEM) with Partial Least Squares (PLS). The results showed a significant positive effect of perceived usefulness on attitudes toward use, a significant positive effect of perceived ease of use on attitudes toward use, a significant positive effect of perceived usefulness on intention to use, no significant positive effect of perceived ease of use on intention to use, a significant positive effect of attitude toward use on intention to use, and a significant positive effect of intention to use on actual use of electronic medical records among healthcare workers in inpatient care at Permata Dalima Hospital, Serpong. ABSTRAK Perkembangan globalisasi dan perubahan teknologi digital di bidang kesehatan mendorong berbagai fasilitas pelayanan kesehatan, termasuk Rumah Sakit Permata Dalima Serpong, untuk menggunakan teknologi informasi seperti Rekam Medis Elektronik (RME) agar layanan lebih efisien, data lebih akurat, dan pengambilan keputusan medis lebih baik. Meski RME sudah diwajibkan melalui Permenkes No. 24 Tahun 2022 dan diharapkan dapat mengatasi kelemahan dalam pencatatan manual, penerapannya masih menghadapi masalah seperti kurangnya kemampuan tenaga kerja, kurangnya pelatihan, serta rendahnya keterpaduan sistem, sehingga tingkat penerimaan dan penggunaan RME belum maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor pada penerimaan pengguna dari adanya sistem RME di rawat inap RS. Permata Dalima Serpong menggunakan Metode Technology Acceptance Model (TAM). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, dengan jenis penelitian, kausal. Populasi dalam penelitian ini merupakan seluruh tenaga kesehatan yang berhubungan dengan rekam medis elektronik di unit rawat inap RS Permata Dalima Serpong, dengan teknik sampling, simple random sampling, maka diperoleh sebanyak 154 orang sebagai sample penelitian. Pengumpulan data dilakukan melalui data primer penyebaran kuisioner serta dianalisis menggunakan structural equation modeling (SEM) dengan Partial least square (PLS). Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat pengaruh positif signifikan persepsi kemanfaatan terhadap sikap penggunaan, terdapat pengaruh positif signifikan persepsi kemudahan penggunaan terhadap sikap penggunaan, terdapat pengaruh positif signifikan persepsi kemanfaatan terhadap niat untuk menggunakan, tidak terdapat pengaruh positif signifikan persepsi kemudahan penggunaan (perceived ease of use) terhadap niat untuk menggunakan, terdapat pengaruh positif signifikan sikap penggunaan terhadap niat untuk menggunakan dan terdapat pengaruh positif signifikan niat untuk menggunakan terhadap penggunaan aktual rekam medis elektronik tenaga kesehatan di rawat inap RS Permata Dalima Serpong.