Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Strategi Bertahan Hidup Pedagang Jasa Penyewa Alat Olahraga Di Kawasan Stadion Utama Riau Kota Pekanbaru Ferdian Yusril Yudiantoro; Yoskar Kadarisman
Jurnal ISO: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora Vol. 6 No. 2 (2026): Desember
Publisher : Penerbit Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53697/iso.v6i2.4152

Abstract

Sektor informan menjadi suatu tempat terhadap ekonomi bagi masyarakat dengan modal terbatas, salah satunya ialah pemanfaatan ruang public sebagai tempat usaha. Penelitian ini membahas mengenai adanya suatu fenomena pedagang jasa penyewa alat olahraga di kawasan Stadion Utama Riau, Kota Pekanbaru dengan pemanfaatan keramaian pengunjung sebagai peluang mata pencaharian. Tujuan dari penelitian ialah dengan mengidentifikasi bagaimana para pelaku usaha jasa sewa alat olahraga menerapkan berbagai cara dalam menghadapi tekanan ekonomi dan persaingan agar bisnis mereka tetap bertahan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif yang dimana data dikumpulkan melalui teknik wawancara mendalam kepada lima informan. Adapun lima informan yang dimaksud mencakup anggota pengurus keamanan pedagangan serta pedagang penyewa aktif yang berada di lokasi penelitian. Hasil penelitian didapati berdasarkan teori strategi bertahan hidup oleh Edi Suharto yang dimana terjadinya tiga pola adaptasi utama pada pedagang. Pertama, Strategi aktif hal ini di buktikan dengan diversifikasi pendapatan seperti jasa perbaikan alat olahraga, penambahan waktu operasional pada hari libur, hingga memperbanyak variasi produk sewa. Kedua, strategi pasif adanya penerapan efesiensi pengeluaran rumah tangga seperti pola hidup hemat. Ketiga, strategi jaringan memanfaatkan modal sosial melalui solidaritas antar pedagang dalam menjaga keamanan lapak. Penelitian ini memiliki kesimpulan bahwasannya daya tahan ekonomi pedagang di sektor informal sangat ditentukan dengan adanya optimalisasi sumber daya internal keluarga serta kekuatan jaringan sosial di Kawasan Lingkungan Stadion Utama Riau.
PELATIHAN BUDIDAYA IKAN LELE MENGGUNAKAN SISTEM BIOFLOK UNTUK MENINGKATKAN KETAHANAN PANGAN DESA BUKIT KRATAI, KAMPAR, RIAU Rahmat Azhari Kemal; M. Sahrul Adnan; Septi Sabariah Dalimunthe; Murny Agustyana; Leony Belinda Jasril; Sri Novriani; Andre Yuda; Shofiyatummujahidah; Ferdian Yusril Yudiantoro; Fadila Nur Ulfa; Riska Fitriana Wanda
Indonesian Journal of Fisheries Community Empowerment Vol 6 No 2 (2026): Jurnal Pengabdian Perikanan Indonesia
Publisher : Program Studi Budidaya Perairan Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppi.v6i2.10387

Abstract

Salah satu program ketahanan pangan yang dapat dilakukan di tingkat desa adalah budidaya ikan lele, yang memiliki prospek permintaan pasar yang tinggi. Salah satu metode budidaya lele yang dapat digunakan adalah metode bioflok. Teknik bioflok bersifat lebih ramah lingkungan, efisien dalam penggunaan air dan pakan, dapat diterapkan di lahan sempit, serta memiliki masa panen yang lebih cepat. Pada kegiatan pengabdian ini, dilakukan diskusi, pelatihan, dan pendampingan terkait permasalahan budidaya ikan lele yang dihadapi oleh masyarakat Desa Bukit Kratai, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau. Permasalahan utama yang ditemukan adalah serangan penyakit yang menyebabkan kematian benih lele. Berdasarkan hasil pengamatan, hal tersebut diduga disebabkan oleh perawatan ikan dan pengelolaan kolam yang belum optimal. Tim pengabdian memberikan penyuluhan dan pelatihan mengenai persiapan kolam, penebaran benih, dan pemberian pakan. Selain itu, masyarakat juga diberi edukasi mengenai teknik pemanenan. Masyarakat Desa Bukit Kratai telah dapat mempraktikkan budidaya ikan lele dengan metode bioflok. Kegiatan budidaya lele ini diharapkan dapat berkelanjutan sehingga dapat meningkatkan ketahanan pangan dan perekonomian masyarakat setempat.