Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan perkembangan sosial emosional anak usia 5- 6 tahun ditinjau dari keikutsertaan les calistung di beberapa Taman Kanak-kanak yang berada di Kecamatan Labuhan Ratu, Bandar Lampung. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya fenomena les calistung pada anak usia dini yang tidak hanya berkaitan dengan kesiapan akademik, tetapi juga diduga memengaruhi aspek perkembangan sosial emosional anak. Metode penelitian yang digunakan adalah Ex Post Facto dengan pendekatan kuantitatif. Sampel penelitian berjumlah 247 anak berusia 5-6 tahun, yang terdiri atas 115 anak yang mengikuti les calistung dan 132 anak yang tidak mengikuti les calistung, yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. dilakukan melalui angket perkembangan sosial emosional yang diisi oleh guru kelas. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan Independent Samples t-Test. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan antara perkembangan sosial emosional anak yang mengikuti les calistung dan yang tidak mengikuti les calistung dengan nilai signifikansi (Sig. 2-tailed) sebesar 0,019 < 0,05. Secara deskriptif, rata-rata skor perkembangan sosial emosional anak yang mengikuti les calistung (Mean = 65,85) lebih tinggi dibandingkan anak yang tidak mengikuti les calistung (Mean = 62,48). Temuan ini menunjukkan bahwa pengalaman belajar tambahan melalui les calistung dapat berkaitan dengan perkembangan sosial emosional anak apabila dilaksanakan sesuai dengan karakteristik perkembangan anak usia dini. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi guru dan orang tua dalam memberikan stimulasi belajar yang seimbang antara aspek akademik dan sosial emosional anak.