Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membangun sistem pengukur kadar air biji jagung berbasis Internet of Things (IoT) menggunakan sensor kelembaban kapasitif dan mikrokontroler ESP32. Permasalahan utama yang diangkat adalah keterbatasan metode pengukuran kadar air di tingkat petani yang masih bersifat subjektif serta mahalnya alat ukur digital yang tersedia di pasaran. Kadar air merupakan parameter penting dalam menentukan mutu dan daya simpan jagung, dengan batas maksimum 14% sesuai standar SNI.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah System Development Life Cycle (SDLC) model Prototyping, yang memungkinkan pengembangan sistem secara iteratif melalui tahapan komunikasi, perancangan cepat, pembangunan prototipe, evaluasi, dan perbaikan. Sensor kapasitif digunakan untuk mendeteksi perubahan konstanta dielektrik biji jagung yang berkorelasi dengan kadar air, kemudian dikalibrasi menggunakan metode regresi linear (Y = aX + b) untuk menghasilkan nilai kadar air dalam persen (%). Data hasil pengukuran ditampilkan secara real-time pada LCD dan dikirim ke dashboard berbasis web menggunakan koneksi Wi-Fi.Hasil penelitian diharapkan berupa prototipe alat ukur kadar air jagung yang portabel, ekonomis, dan memiliki tingkat akurasi yang baik dengan error kurang dari 5%. Sistem ini juga mampu memberikan informasi status mutu jagung (Aman, Waspada, Bahaya) serta menyimpan data historis untuk monitoring. Dengan demikian, penelitian ini diharapkan dapat membantu petani dalam pengambilan keputusan pasca panen serta menjadi referensi dalam pengembangan teknologi pertanian berbasis IoT di masa depan.