Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENGARUH CITA RASA DAN KUALITAS PELAYANAN TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN KONSUMEN PADA COFFEE SHOP WISANG KOPI DI LEBAK BULUS JAKARTA Deaven Mariott Latupeirissa; Juni Mashita
Jurnal Cakrawala Ilmiah Vol. 5 No. 8 (2026): April 2026
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertumbuhan coffee shop yang pesat menjadikan pasar kopi semakin kompetitif, sehingga pelaku usaha perlu memahami faktor yang memengaruhi keputusan pembelian konsumen, khususnya cita rasa dan kualitas pelayanan. Wisang Kopi sebagai salah satu coffee shop yang berkembang menghadapi persaingan yang semakin ketat dengan banyaknya alternatif pilihan bagi konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh cita rasa dan kualitas pelayanan terhadap keputusan pembelian konsumen pada Wisang Kopi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui kuesioner yang disebarkan kepada 100 responden. Data dianalisis menggunakan metode regresi linier berganda dengan bantuan SPSS versi 30. Hasil uji F menunjukkan bahwa cita rasa dan kualitas pelayanan secara simultan berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian (Sig. = 0,000 < 0,05). Secara parsial, hasil uji t menunjukkan bahwa cita rasa berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian (Sig. < 0,05), sedangkan kualitas pelayanan tidak berpengaruh signifikan (Sig. > 0,05). Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,695 menunjukkan bahwa 69,5% variasi keputusan pembelian dapat dijelaskan oleh kedua variabel tersebut, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa cita rasa merupakan faktor dominan yang memengaruhi keputusan pembelian konsumen pada Wisang Kopi. Oleh karena itu, pelaku usaha disarankan untuk lebih memfokuskan peningkatan kualitas produk, khususnya cita rasa, serta mempertimbangkan variabel lain seperti harga dan promosi dalam penelitian selanjutnya.