Perairan Pemangkat yang terletak di Kalimantan Barat merupakan kawasan pesisir dengan berbagai aktivitas seperti perikanan, pelayaran, dan pembangunan infrastruktur. Aktivitas-aktivitas tersebut sangat rentan dipengaruhi oleh pasang surut. Dengan demikian, pengetahuan dan pemahaman karakteristik pasang surut pada perairan pemangkat menjadi sangat penting. Pendekatan yang dapat dilakukan untuk memahami karakteristik pasang surut adalah pemodelan pasang surut dengan metode least square. Pendekatan ini umum digunakan karena mampu memberikan hasil yang akurat. Pada penelitian ini, pasang surut dimodelkan berdasarkan data observasi pasang surut sepanjang 15 hari dengan luaran berupa amplitudo dan fase 9 komponen harmonik. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa komponen harmonik M2 menjadi komponen harmonik dengan nilai tertinggi. Hal tersebut menunjukkan bahwa efek gravitasi bulan sangat mempengaruhi karakteristik pasang surut perairan Pemangkat. Selain itu, penelitian ini juga memberikan nilai bilangan formzahl sebesar 0,955. Hal tersebut menunjukkan bahwa tipe pasang surut perairan Pemangkat adalah campuran cenderung harian ganda, dimana perairan mengalami pasang dan surut masing-masing dua kai dengan ketinggian yang berbeda. Selanjutnya, amplitudo dari komponen harmonik juga digunakan untuk menghitung elevasi muka air penting meliputi MHWL, HHWL, MSL, LHWL, dan LLWL. Adapun, nilai dari kelima elevasi tersebut adalah -0,525 m untuk LLWL, -0,329 m untuk MHWL, 0,555 m untuk MSL, 1,439 m untuk MHWL, dan 1,635 m untuk HHWL. Akhirnya, penelitian ini diproyeksikan bisa menjadi referensi dalam merencanakan berbagai aspek di perairan pemangkat, seperti pelayaran dan infrastruktur.