Pratistha, Raden Arya
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Keterlambatan Proyek yang Disebabkan oleh Owner: Evaluasi Faktor-Faktor Penyebab dan Klaim Kontraktor Hatmoko, Jati Utomo Dwi; Pratistha, Raden Arya; Hidayat, Arif
MEDIA KOMUNIKASI TEKNIK SIPIL Volume 28, Nomor 2 (2022)
Publisher : Department of Civil Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/mkts.v28i2.45875

Abstract

Keterlambatan pelaksanaan proyek konstruksi pada umumnya dipahami sebagai tanggung jawab kontraktor semata. Pada kenyataannya keterlambatan pekerjaan di lapangan dapat juga disebabkan oleh hal-hal yang menjadi tanggung jawab pemilik proyek, sehingga mengakibatkan durasi penyelesaian proyek melebihi target kontrak. Akibatnya kontraktor dapat terkena dampaknya dan mengalami kerugian akibat keterlambatan yang sebenarnya bukan menjadi tanggungjawabnya. Penelitian ini bermaksud untuk mengevaluasi keterlambatan proyek yang disebabkan oleh owner dan klaim yang diajukan oleh kontraktor atas keterlambatan tersebut. Penelitian ini bersifat eksploratif dan menggunakan pendekatan metode campuran kuantitatif dan kualitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara dan kuesioner yang diisi oleh 80 responden pelaku jasa konstruksi. Hasil penelitian menemukan lima faktor utama penyebab keterlambatan yang disebabkan oleh owner meliputi: kendala pembebasan lahan, perubahan desain dan instruksi kerja, kendala pembayaran, dan ketidakjelasan gambar pada dokumen kontrak. Dari keterlambatan tersebut, mayoritas (93%) dilakukan pengajuan klaim oleh kontraktor, dengan rata-rata tingkat keberhasilan klaim sebesar 53% dan kompensasi umumnya berupa penambahan waktu penyelesaian proyek (63%). Metode penyelesaian perselisihan klaim yang paling sering dipilih (93%) adalah penyelesaian non-litigasi melalui negosiasi. Penelitian ini memberikan gambaran komprehensif perihal keterlambatan oleh owner dan klaim kontraktor, dan bermanfaat sebagai pelajaran bagi segenap pemangku kepentingan industri konstruksi dalam menangani keterlambatan proyek di masa yang akan datang.