Kader Warga Peduli AIDS (WPA) di Kelurahan Genuksari, Semarang, menghadapi tantangan dalam memberikan dukungan psikospiritual yang memadai kepada Orang dengan HIV/AIDS (ODHA). Dibutuhkan intervensi untuk meningkatkan kompetensi kader dalam menangani tekanan emosional.Pengabdian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas pelatihan Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT) dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan praktik kader WPA. Kegiatan melibatkan 15 kader WPA melalui tiga tahap: (1) pre-test dan pemberian materi teori, (2) pelatihan praktik dan simulasi SEFT, (3) post-test dan pendampingan lanjutan. Data pengetahuan diukur dengan kuesioner, sedangkan keterampilan dinilai melalui observasi langsung. Analisis data menggunakan uji statistik Wilcoxon Signed-Rank Test. Karakteristik mayoritas kader adalah perempuan (80,0%), berusia 35-54 tahun (93,4%), dan berpendidikan menengah (60,0%). Hasil analisis menunjukkan peningkatan yang signifikan pada pengetahuan (skor rata-rata meningkat dari 45,33 menjadi 86,53; p<0,001) dan keterampilan praktik (skor observasi meningkat dari 2,47 menjadi 9,20; p<0,001). Kader melaporkan peningkatan kepercayaan diri dalam pendampingan ODHA. Pelatihan SEFT terbukti efektif meningkatkan kapasitas kader WPA Genuksari secara signifikan. Teknik ini direkomendasikan untuk diintegrasikan ke dalam program pelatihan berkelanjutan bagi kader kesehatan komunitas, didukung forum supervisi rutin untuk keberlanjutan. Community AIDS Care Volunteers (Kader Warga Peduli AIDS/WPA) in Genuksari Village, Semarang, face challenges in providing adequate psychosocial support to People Living with HIV/AIDS (PLWHA). An intervention is required to enhance the volunteers' competence in managing emotional distress. This community service aims to evaluate the effectiveness of Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT) training in improving the knowledge and practical skills of WPA volunteers. The activity involved 15 WPA volunteers through three stages: (1) pre-test and delivery of theoretical material, (2) practical training and simulation of SEFT, and (3) post-test and follow-up mentoring. Knowledge data was measured using a questionnaire, while skills were assessed through direct observation. Data analysis employed the Wilcoxon Signed-Rank Test. The majority of the volunteers were female (80.0%), aged 35-54 years (93.4%), and had a secondary education (60.0%). The analysis results showed a significant improvement in knowledge (mean score increased from 45.33 to 86.53; p<0.001) and practical skills (observation score increased from 2.47 to 9.20; p<0.001). The volunteers reported increased confidence in assisting ODHA. SEFT training has proven to be effective in significantly enhancing the capacity of WPA volunteers in Genuksari. This technique is recommended for integration into ongoing training programs for community health volunteers, supported by regular supervision forums to ensure sustainability. (Times New Roman 10, single space, and italics).