The abstract study aims to analyze the preservation of Bumi Ayu Temple as a knowledge informant in local history learning, especially in South Sumatra. The research approach uses descriptive qualitative with data collection techniques through observation, interviews, and documentation studies. The results of the study found that the physical condition of Bumi Ayu Temple is generally still maintained, although some temple structures are still in the reconstruction stage and have not been restored, such as Temple 4 and Temple 11. Preservation efforts are carried out through conservation, maintenance, and supervision by the management and supported by community participation. In addition, the Bumi Ayu Temple site has great potential as a source of local history learning through contextual learning activities, such as field visits. This utilization has been proven to increase students' understanding and interest in learning history. However, this utilization has not been optimal due to the limited structured educational programs that create adequate supporting facilities. Therefore, synergy is needed between the government, managers, communities, and educational institutions to optimize the preservation and utilization of Bumi Ayu Temple as a source of sustainable history learning. ABSTRAK Penelitian bertujuan untuk menganalisis pelestarian Candi Bumi Ayu sebagai Informan pengetahuan dalam pembelajaran Sejarah lokal khususnya Sumatera Selatan. Pendekatan penelitian menggunakan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian mengetahui bahwa kondisi fisik Candi Bumi Ayu secara umum masih terjaga, meskipun beberapa struktur candi masih dalam tahap rekonstruksi dan belum dipugar, seperti Candi 4 dan Candi 11. Upaya pelestarian dilakukan melalui konservasi, pemeliharaan, dan pengawasan oleh pihak pengelola serta didukung oleh partisipasi masyarakat. Selain itu, situs Candi Bumi Ayu memiliki potensi besar sebagai sumber pembelajaran sejarah lokal melalui kegiatan pembelajaran kontekstual, seperti kunjungan lapangan. Pemanfaatan ini terbukti dapat meningkatkan pemahaman dan minat belajar siswa terhadap sejarah. Namun, pemanfaatan tersebut belum optimal karena terbatasnya program edukasi yang terstruktur sehingga membuat fasilitas pendukung yang memadai. Oleh karena itu, diperlukan sinergi antara pemerintah, pengelola, masyarakat, dan lembaga pendidikan untuk mengoptimalkan pelestarian dan pemanfaatan Candi Bumi Ayu sebagai sumber pembelajaran sejarah yang berkelanjutan.