Putra Perdana, Ardiansah
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Peran Romo Dukun Pandita dalam Rangkaian Praktik Ritual Pernikahan Masyarakat Tengger di Desa Ngadisari Kabupaten Probolinggo Putra Perdana, Ardiansah; Iswatiningsih, Daroe
Maharsi: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi Vol. 8 No. 2 (2026): Maharsi : Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi
Publisher : UNIVERSITAS INSAN BUDI UTOMO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/maharsi.v8i2.3338

Abstract

Ritual pernikahan masyarakat Tengger merupakan rangkaian upacara adat dengan Romo Dukun Pandita sebagai figur sentral yang tidak dapat dipisahkan dari pelaksanaannya. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dan menganalisis peran Romo Dukun Pandita dalam setiap tahapan ritual pernikahan masyarakat Tengger di Desa Ngadisari, Kabupaten Probolinggo. Pendekatan kualitatif deskriptif digunakan dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam terhadap dua informan, yaitu Supratiknyo selaku tokoh masyarakat dan Sendi Laksana selaku warga Desa Ngadisari, dilengkapi dengan observasi dan dokumentasi lapangan. Data dianalisis secara interaktif menggunakan model Miles, Huberman, dan SaldaƱa, serta diinterpretasikan melalui kerangka Teori Fungsionalisme Bronislaw Malinowski. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ritual pernikahan Tengger terdiri atas lima tahapan berurutan: Resik, upacara pernikahan inti, Entas-Entas, Ngeracut, dan Wayon. Romo Dukun Pandita memegang peran dominan pada tiga tahapan pertama, khususnya sebagai pemimpin doa, pemberi legitimasi adat, dan mediator antara keluarga dengan leluhur pada prosesi Entas-Entas. Kepemimpinan ritual pada tahapan Ngeracut dan Wayon beralih kepada Romo Legen dan Romo Sepuh, mencerminkan sistem kepemimpinan kolektif yang terspesialisasi. Dalam perspektif Malinowski, keberadaan Romo Dukun Pandita merupakan institusi budaya yang fungsional dalam menjaga keteraturan sosial, mewariskan nilai-nilai adat, dan mempertahankan keberlangsungan identitas budaya masyarakat Tengger