Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh secara parsial dan simultan antara budaya organisasi dan iklim organisasi terhadap kinerja pegawai Pada Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Kota Tangerang Selatan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan asosiatif deskriptif dan Teknik sampling jenuh dengan populasi dan sampel sebanyak 61 responden. Nilai hasil koefisien korelasi budaya organisasi dan iklim organisasi terhadap kinerja pegawai berada berada pada pada tingkat 0,900 maka tingkat keeratan korelasi antar variabel diartikan sangat kuat. Uji hipotesis diperoleh nilai nilai X1 thitung > ttabel atau (15.826 > 2.000) dan nilai (sig) 0,000 < 0,05 dengan demikian menunjukan bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan secara parsial antara budaya organisasi terhadap kinerja pegawai Pada Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Kota Tangerang Selatan. Uji hipotesis diperoleh nilai nilai X2 thitung > ttabel atau (13.117 > 2.000) dan nilai (sig) 0,000 < 0,05 dengan demikian menunjukan bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan secara parsial antara iklim organisasi terhadap kinerja pegawai Pada Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Kota Tangerang Selatan. Hasil penelitian ini adalah budaya organisasi (X1) dan iklim organisasi (X2) dengan persamaan regresi Y = 5.827 + 0.697X1 + 0.131X2 yang dapat diartikan budaya organisasi dan iklim organisasi berpengaruh positif terhadap kinerja pegawai. Pengujian hipotesis secara parsial atau simultan diperoleh fhitung > ftabel (124.351 > 3.15) dan signifikan < 0,05 (0,000 < 0,05) maka Ho3 ditolak dan Ha3 Diterima, artinya budaya organisasi (X1) dan iklim organisasi (X2) berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai. Hasil analisis koefisien Determinasi yang di uji secara bersama-sama memiliki pengaruh sebesar 0.811 atau sebesar 81.1% sedangkan sisanya sebesar 18.8% dipengaruh faktor lain.