Asron Maulana
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PERBANDINGAN PENYAMPAIAN PESAN FIKIH ANTARA USTADZ ADI HIDAYAT DAN USTADZ HANAN ATTAKI DI TIKTOK : ANALISIS GAYA DAKWAH TERHADAP GENERASI MILENIAL Asron Maulana; Sri Nurhayati
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 02 (2026): Volume 11 No. 2, Juni 2026 Publish
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i02.46919

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh transformasi dakwah Islam di era media sosial, khususnya melalui TikTok, yang mendorong penyampaian pesan menjadi lebih ringkas, visual, dan interaktif. Studi ini membandingkan gaya dakwah fikih Ustadz Adi Hidayat dan Ustadz Hanan Attaki serta implikasinya terhadap penerimaan generasi milenial. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan studi pustaka dengan teknik simak bebas libat cakap terhadap konten TikTok dari akun terkait. Sumber data primer diperoleh dari video dakwah melalui akun @ustadzadihidayaatt dan @Ayah Amanah serta didukung sumber sekunder seperti buku dan jurnal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ustadz Adi Hidayat menggunakan pendekatan sistematis, argumentatif, dan berbasis dalil kuat, sehingga bersifat akademik dan otoritatif. Sebaliknya, Ustadz Hanan Attaki mengedepankan pendekatan naratif-emosional, komunikatif, dan kontekstual yang dekat dengan kehidupan milenial. Keduanya sama-sama memanfaatkan media digital dan menyampaikan materi aplikatif, namun berbeda dalam gaya, bahasa, landasan materi, dan segmentasi audiens. Pendekatan ilmiah lebih efektif bagi audiens yang menginginkan kedalaman dalil, sedangkan pendekatan emosional lebih mudah diterima oleh audiens yang membutuhkan kedekatan psikologis. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberagaman gaya dakwah di TikTok tidak bersifat kontradiktif, melainkan saling melengkapi dalam menjangkau segmentasi audiens yang berbeda. Variasi pendekatan tersebut memperkaya praktik dakwah digital dan menunjukkan bahwa efektivitas penyampaian pesan fikih sangat dipengaruhi oleh strategi komunikasi yang selaras dengan karakteristik generasi milenial. Temuan ini diharapkan dapat menjadi rujukan dalam pengembangan model dakwah Islam yang adaptif, kontekstual, dan responsif terhadap dinamika media sosial.