Penelitian ini mengeksplorasi hubungan antara literasi migas dan kesadaran lingkungan di kalangan masyarakat yang tinggal di wilayah rawan eksplorasi migas, khususnya di Kalimantan Timur. Rendahnya literasi migas seringkali berkorelasi dengan rendahnya kesadaran lingkungan, sehingga berpotensi menimbulkan konflik sosial dan kerusakan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat literasi migas dan kesadaran lingkungan masyarakat, serta mengidentifikasi faktor- faktor yang mempengaruhinya. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan penyebaran kuesioner kepada sampel masyarakat di wilayah studi. Hasil penelitian menunjukkan adanya korelasi positif antara literasi migas dan kesadaran lingkungan. Masyarakat dengan tingkat literasi migas yang tinggi cenderung memiliki kesadaran lingkungan yang lebih baik. Faktor-faktor yang mempengaruhi meliputi pendidikan, akses informasi, dan peran serta pemerintah dan perusahaan migas dalam program edukasi lingkungan. Penelitian ini merekomendasikan perlunya peningkatan program edukasi literasi migas terintegrasi dengan pendidikan kesadaran lingkungan yang berkelanjutan, dirancang secara partisipatif dan melibatkan pemangku kepentingan terkait untuk menciptakan keseimbangan antara pembangunan ekonomi dan pelestarian lingkungan. Peningkatan akses informasi dan pelibatan tokoh masyarakat juga krusial dalam membentuk kesadaran lingkungan yang lebih baik. Kesimpulannya, literasi migas yang memadai merupakan kunci penting dalam meningkatkan kesadaran lingkungan dan mengurangi dampak negatif eksplorasi migas terhadap masyarakat dan lingkungan.