Wijaya, Vanessa Putri
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Gas Bumi dan Masa Depan Energi: Penguatan Literasi Migas Pada Siswa/I SMA Negeri 5 Balikpapan Abizard, Farid Daniel; Tanod, Daniel Maestro; Wijaya, Vanessa Putri; Ananda, Yasmin Putri; Prasetya, Kiftian Hady
Solusi dan Inovasi Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 3: Februari 2026
Publisher : PT. SOLUTIVA PUSTAKA RAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66602/solutiva.v1i3.43

Abstract

Gas bumi, dominan metana (CH4​), adalah sumber energi hidrokarbon yang terbentuk secara alami melalui proses geologis selama jutaan tahun. Gas bumi memiliki peran krusial dalam memenuhi kebutuhan energi global, digunakan secara luas untuk pembangkit listrik, sektor industri, rumah tangga, dan transportasi. Indonesia menempati peringkat ke-12 sebagai negara dengan cadangan gas bumi terbesar di dunia, dengan produksi mencapai 6.885 BBTUD pada tahun 2024, memberikan kontribusi signifikan terhadap energi nasional. Pemanfaatan gas bumi sangat menguntungkan karena karakteristiknya sebagai energi bersih dengan emisi karbon rendah, menjadikannya pilihan yang ramah lingkungan. Selain itu, gas bumi juga efisien untuk pembangkit listrik, digunakan dalam industri petrokimia dan pupuk, serta mudah didapat dengan ketersediaan yang stabil. Meskipun demikian, pengembangan gas bumi menghadapi tantangan berupa kebutuhan investasi besar untuk infrastruktur, termasuk perluasan jaringan pipa dan terminal LNG, serta teknologi tinggi untuk pengelolaan gas. Oleh karena itu, regulasi yang mendukung pengembangan dan harga yang kompetitif sangat diperlukan.Dalam konteks masa depan energi, gas bumi diposisikan sebagai jembatan menuju transisi energi terbarukan. Peran generasi muda, khususnya siswa SMA, sangat penting dalam penguatan literasi migas. Siswa diharapkan untuk memahami konsep dasar gas bumi, melakukan riset sederhana, mengkampanyekan pentingnya gas bumi, dan berinovasi dalam pemanfaatan energi berkelanjutan. Inisiatif yang dapat dilakukan siswa mencakup pembuatan konten edukatif, penyelenggaraan seminar, pengembangan aplikasi informatif, dan partisipasi dalam lomba ilmiah untuk ide-ide energi inovatif. Dengan demikian, penguatan literasi migas pada siswa SMA diharapkan dapat membentuk agen perubahan yang berkontribusi pada pemanfaatan gas bumi yang lebih efisien dan ramah lingkungan di masa depan kita
Analisis Analisis Penerapan Sistem Health, Safety, and Environment (HSE) Dalam Upaya Pencegahan Kecelakaan Kerja Di RU V Balikpapan Wijaya, Vanessa Putri; Prasetya, Kiftian Hady
Journal of Industrial Engineering and Technology Vol 2 No 2: Juli 2026
Publisher : Department of Industrial Engineering, Faculty of Industrial Technology, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/jietech.v2i2.71

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan sistem Health, Safety, and Environment (HSE) serta efektivitasnya dalam upaya pencegahan kecelakaan kerja di RU V Balikpapan, sebuah unit pengolahan minyak PT Pertamina (Persero). Sebagai unit operasi dalam industri minyak dan gas yang berisiko tinggi, penerapan sistem HSE yang kokoh sangatlah krusial. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Data dianalisis dengan menilai penerapan elemen-elemen program HSE kunci, yang meliputi identifikasi bahaya dan penilaian risiko (HIRA), penggunaan Alat Pelindung Diri (APD), sistem perizinan kerja (work permit), kesiapan tanggap darurat, dan budaya HSE di kalangan karyawan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa RU V Balikpapan telah menerapkan sistem HSE yang terstruktur sesuai dengan standar perusahaan dan nasional. Namun, penelitian mengidentifikasi beberapa tantangan, seperti ketidakkonsistenan dalam kepatuhan terhadap prosedur di lapangan dan perlunya penguatan budaya HSE di semua tingkatan pekerja. Studi ini menyimpulkan bahwa sistem HSE telah berkontribusi signifikan dalam pencegahan kecelakaan kerja, namun perbaikan berkelanjutan melalui pelatihan rutin, pemantauan yang ketat, dan keterlibatan aktif karyawan sangat penting untuk mencapai target zero accident dan lebih meningkatkan kinerja HSE secara keseluruhan.