Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Dialog Antaragama: Membangun Pemahaman Bersama dalam Perspektif Islam dan Katolik Kristianus Adrianto Virando; Silfanus Jemadin; Elfridus Darmin; Florianus Syukur; Yanuarius Juliano Sukardi; Adrianus Ednal Julio; Hironimus Raldi Bot
Anugerah : Jurnal Pendidikan Kristiani dan Kateketik Katolik Vol. 3 No. 2 (2026): Mei: Anugerah : Jurnal Pendidikan Kristiani dan Kateketik Katolik
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Agama dan Filsafat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/anugerah.v3i2.2062

Abstract

Religious pluralism in Indonesia constitutes a unique national identity, yet it is vulnerable to horizontal conflicts and acts of intolerance. This study aims to analyze the importance of interfaith dialogue in fostering mutual understanding from Catholic and Islamic perspectives within Indonesia’s pluralistic society. The methodology employed is qualitative research using a literature review approach, involving the collection and analysis of various relevant sources such as books, journals, and academic articles. The results of the study indicate that both Islam and Catholicism possess strong theological foundations in support of interfaith dialogue, emphasizing openness, respect for differences, and a commitment to peace and coexistence. Interfaith dialogue has proven to be an effective means of addressing divisions or conflicts, combating intolerance, and fostering harmonious relationships within a multireligious society. Furthermore, it was found that barriers to dialogue are still influenced by factors such as fanaticism, a lack of understanding, and socio-political conditions. This study concludes that interfaith dialogue is a strategic approach to strengthening tolerance and national unity. Therefore, it is recommended that interfaith dialogue be continuously developed through education, interfaith cooperation, and the active role of religious leaders in fostering inclusive and sustainable communication.
Keterlemparan Dasein Martin Heidegger dalam Era Digital: Distorsi dan Pergeseran Menuju Digi-sein Fransiskus Dose; Silfanus Jemadin; Flavianus Dakosta Sangguk; Yohanes Babtista Angelino Galus
Jurnal QOSIM : Jurnal Pendidikan, Sosial & Humaniora Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/jq.v4i3.5776

Abstract

Artikel ini dilatarbelakangi oleh transformasi eksistensi manusia di era digital yang menimbulkan keterbelahan antara kehadiran nyata dan virtual, sehingga memunculkan distorsi terhadap makna keterlemparan (Geworfenheit) dalam pemikiran Martin Heidegger. Penelitian ini bertujuan untuk menyingkap bagaimana distorsi tersebut membentuk pergeseran eksistensi manusia menuju Digi-sein dalam dunia digital. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif melalui studi kepustakaan dengan menganalisis berbagai literatur filosofis dan sumber yang relevan secara kritis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) keterlemparan Dasein mengalami distorsi dalam dunia digital karena eksistensi manusia tidak lagi singular dan otentik, melainkan dapat direproduksi dan diviralkan; (2) kehadiran manusia terbelah antara ruang korporeal dan virtual melalui fenomena telepresence yang menciptakan ambiguitas eksistensi; (3) munculnya Digi-sein sebagai bentuk keberadaan baru menandai pergeseran dari In-der-Welt-sein (berada dalam dunia) menuju cara berada dalam dunia virtual. Kesimpulannya, eksistensi manusia dalam dunia digital tidak lagi sepenuhnya dapat dipahami dalam kerangka Dasein Heideggerian, melainkan menunjukkan bentuk keberadaan yang mengalami distorsi dan transformasi seiring perkembangan teknologi.