Kemajemukan bagi manusia adalah “pakaian”, yang berfungsi melindungi diri serta menjadi perangkat untuk memperindah diri. Multikultural dalam hal ini adalah keragaman hidup manusia, sehingga manusia mampu melakukan sebuah interaksi antar keragaman tersebut. Nilai-nilai tersebut akan menjadi pengikat keragaman, sehingga akan melihat dan memahami keragaman bukan sebagai perbedaan, tapi sebagai titik simpul adanya persamaan. Sedangkan Pendidikan Islam adalah wahana untuk membekali umat Islam, untuk mampu mewujudkan hakikat penciptaannya, sebagai abid dan khalifah di muka bumi ini. Rumusan masalah pada penelitian ini adalah:1). Apa pengertian dan tujuan pendidikan Islam. 2). Bagaimana implementasi pendidikan Islam yang berbasis multikultural. Adapun tujuannya adalah:1).Untuk mengetahui pengertian dan tujuan pendidikan Islam. 2).Untuk mengetahui bagaimana implementasi pendidikan Islam yang berbasis multikultural. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode research library. kesimpulan: Pendidikan agama berbasis multi-kultural merupakan proses penyadaran yang bersendikan toleransi yang ditujukan sebagai usaha komprehensif dalam mencegah terjadinya konflik antar agama, mencegah terjadinya radikalisme agama, sekaligus pada saat yang sama memupuk terwujudnya sikap yang apresiatif positif terhadap pluralitas, dalam dimensi dan perspektif apa pun. Multikulturalisme dalam makna substansi sebenarnya telah ada pada Pendidikan Islam. Hal ini terlihat pada tujuan pendidikan Islam, yang di antaranya bertujuan membangun manusia yang mempunyai kesalehan sosial. Kesalehan sosial mengisyaratkan adanya pemahaman akan multikulturalisme. Di sinilah tantangan bagi kita, untuk mampu melakukan pergeseran paradigma, yang akhirnya mampu untuk mengimplmentasikan semangat multikultural dalam Pendidikan Islam.