Afza Marhaini, Nabila
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Perbandingan Interaksi Sosial Antara Masyarakat Lokal dan Pendaki Di Basecamp Gunung Penanggungan Jalur Tamiajeng dan Jalur Kedungudi Dwi Ananta, Zaki; Meimonah Awalia, Angelita; Zulfa Nuriyyah, Audrey; Afza Marhaini, Nabila; Lutviyanti, Trisari; Niswatin
Maharsi: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi Vol. 8 No. 1 (2026): Maharsi : Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi
Publisher : UNIVERSITAS INSAN BUDI UTOMO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/maharsi.v8i1.3215

Abstract

Studi ini bertujuan untuk menganalisis serta membandingkan pola interaksi antara penduduk setempat dan para pendaki di Basecamp Gunung Penanggungan melalui jalur Tamiajeng dan Kedungudi. Interaksi sosial dalam konteks wisata pendakian memainkan peranan penting dalam membangun hubungan masyarakat, kerjasama ekonomi, dan dinamika budaya sosial antara pendaki dan komunitas lokal. Penelitian ini menerapkan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif komparatif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan, wawancara mendalam dengan pengelola basecamp, relawan, dan pendaki, serta pengumpulan dokumentasi sebagai data tambahan. Analisis data dilakukan dengan melaksanakan tahapan pengurangan, penyajian, dan penarikan kesimpulan secara sistematis menggunakan teknik triangulasi untuk memastikan kevalidan data. Temuan dari penelitian ini menunjukkan adanya perbedaan dalam pola interaksi sosial di kedua jalur. Jalur Tamiajeng menunjukkan tingkat interaksi yang lebih tinggi, awalnya bersifat transaksional tetapi kemudian berkembang menjadi jejaring sosial yang lebih luas dan terorganisir. Di sisi lain, jalur Kedungudi memperlihatkan interaksi yang lebih jarang dalam hal frekuensi, namun memiliki hubungan yang lebih mendalam, bersifat pribadi, dan komunal. Perbedaan ini dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti jumlah pendaki, manajemen basecamp, fasilitas yang tersedia, serta karakteristik para pendaki. Di samping itu, penelitian ini menemukan bahwa komunikasi, kesadaran pendaki terhadap peraturan, dan sikap saling menghargai merupakan aspek penting dalam menciptakan interaksi sosial yang harmonis. Hasil dari penelitian ini memberikan kontribusi bagi kajian sosiologi pariwisata, khususnya yang berkaitan dengan interaksi sosial dalam wisata berbasis masyarakat, serta dapat dijadikan acuan bagi pengelola untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan hubungan sosial di area pendakian.