Faturahman, Muhammad Iqbal
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

The Implementation of Student Affairs Management Functions in Fostering Discipline Among Students: A Case Study at MA Al-Huda Pameungpeuk, Bandung Regency Firmansyah, Fahrul; Faturahman, Muhammad Iqbal; Nugraha, Roni
AIM: Journal of Islamic Education Management Vol. 3 No. 1 (2025): AIM: Journal of Islamic Education Management
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/aim.v3i1.55772

Abstract

Penelitian ini mengkaji implementasi fungsi manajemen kesiswaan berbasis kerangka POAC (Planning, Organizing, Actuating, Controlling) dalam membentuk karakter kedisiplinan peserta didik di MA Al-Huda Pameungpeuk, Kabupaten Bandung. Persoalan ketidakdisiplinan siswa di satuan pendidikan menengah merupakan gejala sistemik yang tidak cukup ditangani secara reaktif-punitif semata, melainkan membutuhkan konstruksi manajerial yang terencana dan terstruktur. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik observasi partisipatif, wawancara mendalam terhadap enam informan kunci, serta dokumentasi program, penelitian ini mengidentifikasi delapan program unggulan kesiswaan yang dikelola secara sistematis melalui keempat fungsi manajemen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan program mencakup tiga lapisan: operasional (tahunan, bulanan, harian), strategis (berbasis visi-misi madrasah), dan finansial (penyusunan anggaran kegiatan). Pengorganisasian berlangsung dalam dua moda: langsung oleh Wakamad Kesiswaan dan partisipatif melalui pelibatan OSAKA (OSIS dan Pramuka). Pelaksanaan program terbagi atas basis proyek dengan jadwal tetap dan basis partisipatif yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan madrasah. Pengawasan dilakukan secara internal melalui evaluasi periodik dan pemantauan berbasis data rekapitulasi. Temuan paling signifikan adalah bahwa keteladanan personal Wakamad Kesiswaan bekerja sebagai katalis utama pembentukan karakter, melampaui efektivitas regulasi formal semata. Keterbatasan struktural seperti ketiadaan gerbang fisik sekolah justru mendorong inovasi manajerial berbasis kepercayaan dan budaya sekolah