Persaingan pasar menuntut pelaku usaha meningkatkan daya saing produk melalui desain kemasan yang menarik, komunikatif, dan bernilai tambah sebagai alat branding. Dalam konteks Muslim Bali, kemasan berperan sebagai media komunikasi visual yang membangun kesadaran merek sekaligus menyampaikan nilai Islami selaras kearifan lokal. Meningkatnya kesadaran lingkungan mendorong penerapan kemasan ramah lingkungan sebagai strategi pemasaran hijau. Namun, desain kemasan produk Muslim Bali yang ada belum optimal menarik minat konsumen dan masih minim prinsip ramah lingkungan. Sementara itu, berkembangnya wisata ramah muslim membuka peluang destinasi halal di Bali yang memerlukan pendekatan visual kontekstual. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini memiliki tujuan untuk meningkatkan kualitas branding produk dalam konteks muslim bali dengan merancang kemasan yang dibuat menarik dan ramah lingkungan. Permasalahan yang ada ialah desain kemasan yang dirasa kurang optimal dalam meningkatkan daya tarik produk serta masih minimnya konsep ramah lingkungan dimanfaatkan dalam branding. Metode yang digunakan ialah pendekatan edukatif dengan memberikan materi dan pendekatan praktis dengan melakukan kegiatan membuat desain kemasan secara langsung. Hasil dari kegiatan tersebut menunjukkan bahwa peserta semakin memahami pentingnya branding dan desain kemasan. Selain itu, tercipta desain kemasan baru yang lebih menarik dan sesuai dengan konsep ramah lingkungan. Dengan demikian, kegiatan ini membantu memperkuat penampilan visual produk dan mendukung pembentukan konsep destinasi halal yang sesuai dengan ciri khas lokal.