Teori evolusi merupakan salah satu konsep penting dalam perkembangan ilmu pengetahuan modern, baik dalam bidang biologi maupun ilmu sosial. Charles Darwin mengembangkan teori evolusi biologis melalui mekanisme seleksi alam yang menjelaskan perubahan makhluk hidup berdasarkan proses adaptasi terhadap lingkungan. Sementara itu, Herbert Spencer menerapkan konsep evolusi ke dalam kehidupan sosial masyarakat melalui teori evolusi sosial yang menekankan perkembangan masyarakat dari bentuk sederhana menuju bentuk yang lebih kompleks. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persamaan, perbedaan, serta relevansi teori evolusi Darwin dan Spencer dalam perspektif ilmu pengetahuan modern. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan deskriptif-analitis melalui pengkajian berbagai buku, jurnal ilmiah, dan sumber akademik terkait teori evolusi. Hasil kajian menunjukkan bahwa teori Darwin memiliki dasar ilmiah yang kuat dan terus didukung oleh perkembangan genetika, biologi molekuler, serta penelitian paleontologi modern. Di sisi lain, teori evolusi sosial Herbert Spencer memberikan kontribusi besar terhadap perkembangan sosiologi dan teori perubahan sosial, meskipun beberapa konsepnya, seperti survival of the fittest dalam konteks sosial, mendapat kritik karena dianggap dapat menimbulkan ketimpangan sosial. Dalam perspektif ilmu pengetahuan modern, kedua teori tersebut tetap memiliki pengaruh besar terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, khususnya dalam memahami proses perubahan, adaptasi, dan perkembangan kehidupan maupun masyarakat.