Penelitian ini bertujuan untuk memahami fenomena relativitas linguistik pada seorang siswa SMP di Surabaya yang mengalami kesulitan dalam memahami pelajaran akibat keterbatasan dalam penggunaan Bahasa Indonesia dan lebih terbiasa dengan Bahasa Suroboyoan. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan kualitatif, melalui wawancara, observasi, studi dokumen raport siswa, serta tes psikologis (WISC, DAP, dan BAUM). Hasil asesmen menunjukkan bahwa klien memiliki kecerdasan umum pada kategori borderline (FIQ = 71), dengan kemampuan verbal yang lebih rendah dibandingkan kemampuan performance. Klien menunjukkan kesulitan dalam memahami penjelasan guru yang menggunakan Bahasa Indonesia dan lebih mudah memahami materi ketika menggunakan Bahasa Suroboyoan, terutama pada pelajaran Bahasa Jawa dan Agama, di mana nilai akademik klien konsisten lebih tinggi. Intervensi dilakukan melalui bimbingan belajar berbasis visual menggunakan teknik mind mapping sebagai strategi belajar untuk membantu klien memahami materi pelajaran dengan lebih efektif. Hasil intervensi menunjukkan adanya peningkatan pemahaman belajar serta peningkatan nilai rata-rata akademik klien. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa bahasa berperan penting dalam memengaruhi pola pikir individu, namun tidak sepenuhnya menentukan kemampuan kognitif atau pemahaman konsep akademik. Dengan demikian, kondisi klien selaras dengan teori relativitas linguistik yang menyatakan bahwa perbedaan bahasa memengaruhi cara berpikir, tetapi tidak sepenuhnya menentukan pemahaman terhadap dunia.