Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

OPTIMALISASI PERAN PEREMPUAN DESA DALAM BUDIDAYA DAN PENGOLAHAN TANAMAN KELUARGA BERBASIS POTENSI LOKAL Irawan, Bambang; Amelia, Rasti; Robbniva, Alba; Fradisti, Meisha; Rahmadina, Adelia; Apriliana, Santi; Alfitria, Aisyah Ananda; Zaky, M. Sulthan; Anszahra, Naswa; Nurjanah, Gita; Kurniawan, Rahmat; Ismail, Ismail; Azzahra, Fatimah; Haquita, Siti Salwa; Valentina, Violita
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2026): Vol. 7 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v7i2.56653

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengoptimalkan peran perempuan desa dalam budidaya dan pengolahan Tanaman Obat Keluarga melalui pendekatan pendidikan masyarakat berbasis partisipatif. Topik ini dipilih karena meskipun sebagian besar perempuan desa telah mengenal TOGA, pemanfaatannya masih terbatas pada penggunaan sederhana di tingkat rumah tangga dan belum dikelola secara produktif. Selain itu, pengetahuan mengenai teknik budidaya yang tepat, pengolahan pascapanen, pengemasan, serta potensi pemasaran produk herbal masih relatif rendah. Tanaman yang dibudidayakan dalam kegiatan ini antara lain jahe (Zingiber officinale), kunyit (Curcuma longa), kencur (Kaempferia galanga), serai (Cymbopogon citratus), dan temulawak (Curcuma xanthorrhiza). Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan model pendidikan masyarakat partisipatif yang melibatkan kelompok perempuan desa seperti PKK dan dasawisma. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara semi terstruktur, dokumentasi, serta kuesioner sederhana sebelum dan sesudah kegiatan edukasi. Tahapan kegiatan meliputi identifikasi kebutuhan, sosialisasi materi, praktik langsung budidaya dan pengolahan Tanaman Obat Keluarga (learning by doing), serta evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan, keterampilan teknis, motivasi, dan partisipasi aktif peserta dalam pengelolaan Tanaman Obat Keluarga. Dengan demikian, model pendidikan masyarakat yang kontekstual dan partisipatif terbukti efektif dalam memberdayakan perempuan desa, meningkatkan ketahanan kesehatan keluarga, serta membuka peluang pengembangan ekonomi rumah tangga berbasis produk herbal.