Penelitian ini bertujuan memperbaiki sistem pengendalian asap pada proses pembakaran arang tempurung kelapa melalui pendekatan sistem terpadu. Fokus penelitian mencakup analisis kegagalan sistem dan perancangan solusi teknis serta operasional. Metode yang digunakan adalah Fault Tree Analysis (FTA) untuk mengidentifikasi akar masalah, dilanjutkan dengan Failure Mode and Effects Analysis (FMEA) untuk menentukan prioritas perbaikan. Berdasarkan perhitungan Risk Priority Number (RPN), ditemukan tiga permasalahan utama: penerimaan bahan baku RPN=576, proses pembakaran RPN=294, dan fasilitas pembakaran RPN=270. Akar masalah meliputi tidak adanya standar kualitas bahan baku, penggunaan tungku tradisional terbuka tanpa sistem kontrol, serta proses produksi manual yang menghasilkan emisi asap pekat dan mengganggu kesehatan. Sebagai solusi strategis, penelitian mengusulkan penerapan metodologi DMAIC dalam kerangka Quality and Reliability Engineering. Pada tahap Improve, direkomendasikan standardisasi bahan baku melalui incoming Quality Control (IQC) dengan parameter kadar air dan kebersihan yang ketat, serta penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang komprehensif. Dari perspektif Facilities Engineering, dirancang transformasi fasilitas melalui Facility Design Improvement (FDI) dengan memodifikasi tungku tradisional menjadi sistem retort semi-tertutup yang dilengkapi saluran udara (air inlet/outlet) dan cerobong vertikal terukur. Implementasi perbaikan ini diharapkan meningkatkan efisiensi suhu pembakaran, meminimalisir polusi asap secara signifikan, serta menciptakan pola kerja operasional yang lebih sehat, terukur, dan berkelanjutan. Kata kunci: Arang Tempurung, Asap, DMAIC, Facility Design Improvement, FMEA