Stunting masih menjadi masalah gizi utama pada balita di Indonesia, dengan prevalensi yang cenderung meningkat di beberapa wilayah, termasuk Sulawesi Selatan. kondisi ini berdampak pada pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif, serta kesehatan jangka panjang anak. Salah satu faktor yang berpengaruh terhadap status gizi anak adalah kualitas asuhan antenatal. Pelayanan antenatal yang tidak sesuai standar terbukti meningkatkan risiko terjadinya stunting. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keteraturan asuhan antenatal yang dilakukan ibu selama kehamilan, untuk mengetahui kejadian stunting pada balita, serta untuk menganalisis hubungan antara asuhan antenatal dengan kejadian stunting. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian menunjukkan bahwa hanya 27,5% ibu yang melakukan asuhan antenatal secara teratur sesuai standar. Kejadian stunting pada balita masih tinggi yaitu sebesar 62,5%. Terdapat hubungan signifikan antara keteraturan asuhan antenatal dengan kejadian stunting (p = 0,000)), di mana ketidakteraturan kunjungan meningkatkan risiko gangguan gizi tersebut. Maka dapat disimpulkan bahwa keteraturan asuhan antenatal berperan penting dalam mencegah stunting. Ibu yang tidak melakukan kunjungan antenatal secara teratur memiliki risiko lebih tinggi untuk melahirkan anak dengan gangguan gizi, sehingga pemenuhan pelayanan antenatal sesuai standar perlu diperkuat.