Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Hubungan penyakit kecacingan dengan prestasi belajar pada anak sekolah dasar Magfirah, Innaia; Hadi, Santriani; Nurhikmawati, Nurhikmawati; Rasfayanah, Rasfayanah; Samosir, Abdi Dwiyanto Putra
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 19 No. 6 (2025): Volume 19 Nomor 6
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v19i6.746

Abstract

Background: Intestinal parasitic infections caused by intestinal worms remain a significant health issue in Indonesia, particularly among elementary school-aged children. These infections can lead to anemia, malnutrition, and reduced concentration, which can negatively impact academic performance. South Sulawesi, especially the city of Makassar, has a relatively high incidence of intestinal parasitic infections. Children infected with worms often experience fatigue, difficulty concentrating, and a lack of enthusiasm for learning, which can lower their academic performance. Purpose: To determine the relationship between intestinal worms and academic achievement in elementary school children. Method: A quantitative cross-sectional study was conducted at Mallengkeri 2 public elementary school, South Sulawesi, from October to November 2024. The independent variable was worm infestation, while the dependent variable was academic achievement. Purposive sampling was used to select 50 participants who met the predetermined inclusion criteria. Subsequently, data were analyzed using univariate frequency distribution and bivariate chi-square tests. Results: The analysis yielded a p-value of 0.003 (<0.05), indicating a significant association between worm infestation and academic achievement. The odds ratio (OR) of 0.829 indicates that participants with worm infestation were less likely to achieve good academic achievement compared to those without. Conclusion: Children infected with intestinal worms tending to have poorer academic performance than children who are not infected. Prevention and treatment of intestinal worms need to be carried out to improve children's health and academic performance.   Keywords: Academic Achievement; Elementary Children; Intestinal Worms.   Pendahuluan: Kecacingan merupakan penyakit infeksi akibat cacing parasit usus yang masih menjadi masalah kesehatan di Indonesia, terutama pada anak-anak usia sekolah dasar. Infeksi ini dapat menyebabkan anemia, malnutrisi, serta penurunan daya konsentrasi yang berdampak pada prestasi belajar. Sulawesi Selatan, khususnya Kota Makassar, memiliki angka kejadian kecacingan yang cukup tinggi. Anak-anak yang terinfeksi cacing sering mengalami kelelahan, sulit berkonsentrasi, dan kurang bersemangat dalam belajar, sehingga dapat menurunkan hasil akademik mereka. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan penyakit kecacingan dengan prestasi belajar pada anak sekolah dasar. Metode: Penelitian kuantitatif dengan metode cross sectional, dilaksanakan di Sekolah Dasar Inpres Mallengkeri 2, Sulawesi Selatan pada bulan Oktober–November 2024. Variabel independen dalam penelitian ini adalah kecacingan, sedangkan variabel dependen adalah prestasi belajar. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling didapatkan jumlah sampel sebanyak 50 partisipan sesuai dengan kriteria inklusi yang telah ditentukan. Selain itu, analisis data yang digunakan univariate dalam bentuk distribusi frekuensi dan bivariat menggunakan chi square. Hasil: Berdasarkan analisis, diperoleh p-value sebesar 0.003 (<0.05), menunjukkan bahwa kecacingan memiliki hubungan signifikan dengan prestasi belajar. Odds Ratio (OR) sebesar 0.829 mengindikasikan bahwa partisipan yang mengalami kecacingan memiliki kemungkinan lebih kecil untuk meraih prestasi baik dibandingkan dengan mereka yang tidak terinfeksi. Simpulan: Anak yang terinfeksi kecacingan cenderung memiliki prestasi belajar yang lebih rendah dibandingkan dengan anak yang tidak terinfeksi. Pencegahan dan pengobatan kecacingan perlu dilakukan untuk meningkatkan kesehatan dan prestasi belajar anak.   Kata Kunci: Anak Sekolah Dasar; Kecacingan; Prestasi Belajar.
Karakteristik Penderita Varicella Pada Anak di Puskesmas Layang dan RS Ibnu Sina Kota Makassar Tahun 2021-2023 Anwar, Mentari Maqfira; Vitayani, Sri; Eva, Floria; Frisa, Selis; Samosir, Abdi Dwiyanto Putra
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v10i7.60177

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik penderita varicella pada anak di Puskesmas Layang dan RS Ibnu Sina Kota Makassar pada tahun 2021-2023. Dari 36 pasien yang terdiagnosis varicella, kelompok usia remaja (11-19 tahun) menunjukkan distribusi tertinggi dengan 15 pasien (41,7%), diikuti anak pra-sekolah (6-10 tahun) sebanyak 13 pasien (36,1%) dan balita (1-5 tahun) sebanyak 8 pasien (22,2%). Jenis kelamin penderita menunjukkan bahwa varicella lebih banyak ditemukan pada perempuan, yaitu 21 pasien (58,3%), dibandingkan laki-laki yang berjumlah 15 pasien (41,7%). Gejala klinis yang paling sering ditemukan adalah sakit ringan dan sedang, masing-masing pada 17 pasien (47,2%), sedangkan sakit berat hanya dialami oleh 2 pasien (5,6%). Terapi antivirus diberikan kepada 30 pasien (83,3%), sementara 6 pasien (16,7%) tidak mendapatkan terapi tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prevalensi varicella di Kota Makassar cukup tinggi, dengan distribusi karakteristik yang bervariasi berdasarkan usia, jenis kelamin, gejala klinis, dan terapi yang diberikan. Dengan demikian, penting untuk meningkatkan kesadaran akan varicella, terutama di kalangan remaja dan anak pra-sekolah, serta memperhatikan terapi yang tepat untuk mencegah komplikasi lebih lanjut. Penelitian ini juga menyoroti perlunya peningkatan akses dan pengawasan terhadap pengobatan varicella di fasilitas kesehatan guna mengurangi angka infeksi yang lebih luas.
Prevalensi pneumonia pada anak Dahlia, Dahlia; Ali, Yaumil Mutmainnah; Samosir, Abdi Dwiyanto Putra
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 20 No. 2 (2026): Volume 20 Nomor 2
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v20i2.2298

Abstract

Background: Pneumonia is a leading cause of morbidity and mortality in children worldwide, contributing to 14% of global under-five deaths. In Indonesia, pneumonia is a leading cause of hospitalization in children, but specific epidemiological data at the hospital level is still limited. Purpose: To determine the characteristics of pediatric pneumonia patients based on age, sex, and type of pneumonia. Method: This descriptive study, using a cross-sectional design, was conducted at Ibnu Sina Hospital, Makassar, South Sulawesi, from November 2024 to January 2025. The sampling technique used was total sampling. Secondary data were obtained from medical records, including age, gender, and type of pneumonia. Descriptive analysis was performed using Microsoft Excel and SPSS by calculating frequency distributions and percentages. Results: Of the 410 patients, 222 respondents (54.1%) were predominant in the 1–5 years age group, followed by 109 respondents (26.6%) in the 6–12 years age group, 46 respondents (11.2%) in the 1–12 months age group, and 33 respondents (8.0%) in the 13–18 years age group. Males predominated with 219 respondents (53.4%), compared to females with 191 respondents (46.6%). The most common type of pneumonia was Community Acquired Pneumonia/CAP, with 228 respondents (55.6%), CAP with comorbidities with 137 patients (33.4%), and bronchopneumonia with 45 respondents (11.0%). Conclusion: Pneumonia in children most commonly occurs in the 1–5 years age group, with a male predominance, and CAP is the most common type. Suggestion: Hospitals can improve pneumonia prevention programs focused on high-risk age groups by educating parents about the importance of complete immunizations, exclusive breastfeeding, and avoiding environmental risk factors. Improved medical record keeping, making it more comprehensive and structured, is needed to support further research.   Keywords: Childhood Pneumonia; Community Acquired Pneumonia; Epidemiological Characteristics; Toddlers.   Pendahuluan: Pneumonia merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas pada anak diseluruh dunia, menyumbang 14% kematian balita secara global. Di Indonesia, pneumonia menjadi salah satu penyebab utama rawat inap anak, namun data epidemiologi spesifik di tingkat rumah sakit masih terbatas. Tujuan: Untuk mengetahui gambaran karakteristik pasien anak pneumonia berdasarkan usia, jenis kelamin, dan jenis pneumonia. Metode: Penelitian deskriptif dengan desain cross-sectional, dilakukan di Rumah Sakit Ibnu Sina Makassar, Sulawesi Selatan,  pada periode November 2024 hingga Januari 2025. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode total sampling. Data sekunder diperoleh dari rekam medis mencakup usia, jenis kelamin, dan jenis pneumonia. Analisis dilakukan secara deskriptif menggunakan Microsoft Excel dan SPSS dengan menghitung distribusi frekuensi dan persentase. Hasil: Dari 410 pasien, didominasi oleh kelompok usia 1–5 tahun sebanyak 222 responden (54.1%), diikuti 6–12 tahun sebanyak 109 responden (26.6%), 1–12 bulan sebanyak 46 responden (11.2%), dan 13–18 tahun sebanyak 33 responden (8.0%). Predominansi jenis kelamin laki-laki sebanyak 219 responden (53.4%) dibanding perempuan sebanyak 191 responden (46.6%). Jenis pneumonia tersering adalah Community Acquired Pneumonia/CAP sebanyak 228 responden (55.6%), CAP dengan penyakit penyerta sebanyak 137 pasien (33.4%), dan bronkopneumonia sebanyak 45 responden (11.0%). Simpulan: Pneumonia anak yang paling banyak terjadi pada kelompok usia 1–5 tahun dengan predominansi laki-laki, dan CAP merupakan jenis tersering. Saran: Pihak rumah sakit dapat meningkatkan program pencegahan pneumonia yang difokuskan pada kelompok usia berisiko tinggi melalui edukasi orang tua mengenai pentingnya imunisasi lengkap, ASI eksklusif, dan menghindari faktor risiko lingkungan. Diperlukan peningkatan kualitas pencatatan rekam medis yang lebih lengkap dan terstruktur untuk mendukung penelitian lanjutan.   Kata Kunci: Community Acquired Pneumonia; Karakteristik Epidemiologi; Pneumonia Anak; Usia Balita.