Penelitian ini membahas analisis susut daya pada penyulang PMT SK5 yang berada di wilayah kerja PT PLN (Persero) ULP Kawangkoan. Susut daya merupakan selisih antara energi listrik yang disalurkan dan energi yang terukur pada sisi pelanggan, sehingga menjadi indikator penting dalam menilai efisiensi sistem distribusi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besar susut daya pada penyulang PMT SK5 serta faktor-faktor yang memengaruhinya. Metode penelitian dilakukan melalui pengumpulan data teknis penyulang, meliputi panjang saluran, jenis konduktor, dan data transformator. Analisis dilakukan dengan menghitung parameter saluran berupa resistansi (R), induktansi (L), reaktansi induktif (XL), serta impedansi total menggunakan persamaan dasar ketenagalistrikan. Selanjutnya dilakukan perhitungan rugi-rugi daya berdasarkan nilai arus dan impedansi jaringan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyulang PMT SK5 dengan panjang 148 km memiliki resistansi total sebesar 40,404 ? dan reaktansi induktif sebesar 55,77 ?, sehingga diperoleh impedansi total sebesar 68,87 ?. Berdasarkan arus hasil perhitungan, rugi daya yang terjadi sebesar 15.650 W, menjadikannya penyulang dengan susut daya terbesar di antara ketiga penyulang ULP Kawangkoan. Nilai ini menunjukkan adanya pengaruh signifikan dari panjang jaringan dan karakteristik konduktor terhadap susut daya yang muncul pada sistem. Rekomendasi yang diberikan meliputi evaluasi berkala jaringan penyulang panjang, penggunaan konduktor berpenampang lebih besar, pemasangan kapasitor bank untuk peningkatan faktor daya, serta penyeimbangan beban antar penyulang untuk meningkatkan efisiensi distribusi.