Efvah, Efvah
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pembinaan Rohani Berdasarkan Kisah Para Rasul 4 : 23–31 Dalam Kelompok Sel Dan Aplikasinya Pada Masa Kini Hartati, Ineke Juni; Efvah, Efvah
Jurnal Silih Asuh : Teologi dan Misi Vol. 3 No. 1 (2026): Januari: Jurnal Silih Asuh: Teologi dan Misi
Publisher : LPPM - STT Kadesi Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54765/silihasuh.v3i1.134

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana Pembinaan Rohani itu bisa dipakai dan diterapkan dalam Kelompok Sel. Adapun metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif. Dalam penelitian ini menggunakan jenis data primer dan sekunder. Data primer dilakukan dengan wawancara dan observasi. Data sekunder dilakukan dengan studi dokumentasi. Narasumber penelitian berjumlah 20 orang dengan rentang usia 29 tahun sampai dengan 65 tahun dalam Kelompok Sel. Hasil penelitian menunjukan bahwa pembinaan rohani di kelompok sel telah membantu anggota untuk bertumbuh secara rohani dan menjaga stamina roh anggota. Selanjutnya, pembinaan rohani berdasarkan Kitab Kisah Para Rasul 4 : 23-31 dalam Kelompok Sel selanjutnya memunculkan nilai-nilai yang diajarkan dalam Kisah Para Rasul 4:23-31 sangat relevan untuk diterapkan dalam kelompok sel. Melalui kesatuan dalam doa, keberanian untuk bersaksi, mengandalkan Tuhan dalam setiap tantangan, berserah sepenuhnya kepada Tuhan, saling menguatkan, dan memiliki mental pemenang, kelompok sel menjadi tempat di mana setiap anggota dapat bertumbuh dalam iman, mengalami kuasa Tuhan, dan siap diutus untuk memberitakan Firman Tuhan kepada dunia. Sementara itu, pembinaan rohani dalam kelompok sel memberikan pengaruh signifikan terhadap keimanan dan tindakan anggota. Selain mendalami Firman Tuhan, kelompok sel mendorong penerapan ajaran dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam hubungan antar sesama. Anggota diajarkan untuk mengampuni, mengasihi, dan menjaga hati, serta terbuka dalam memperbaiki hubungan yang rusak.