Abstract This research aims to (1) Describe how cultural ethics at work exist in Japanese companies (2) Discuss the cultural situation at work in Japanese companies and with whom the culture at work in Japanese companies is implemented, such as Aisatsu, Ojigi, Horensou, varieties of Japanese respect Keigo, Seiri, Seiton, Seiketsu, Seisoo, Shitsuke, Honne and Tatemae. The method used in this research is a qualitative approach with a field study type. The data collection technique uses a closed questionnaire filling technique. The conclusions of this research are: (1) The employee culture ethics at work at the Keiyo Country Club company are Aisatsu, Ojigi, Horensouu, Honne and Tatemae, Kaizen, Keigo variety of respectful language, 5S (Seiri, Seiketsu, Seisou, Shitsuke, Seiton ) concluded that cultural ethics in working is very important for an employee at the Keiyo Country Club company., (2) The situation that occurs regarding cultural ethics in working as an employee at the Keiyo Country Club company is that there is a culture of Hourenso and Kaizen which is very important in running a company system which is used as a cultural ethic at work, then there is harmony with working culture which becomes an ethic for an employee when working. Keywords: Employee Cultural Ethics, Japanese Companies, Japanese Company Work Culture Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk (1) Menjabarkan bagaimana etika budaya dalam bekerja yang ada di industri Jepang (2) Bagaimana situasi budaya dalam bekerja di industri Jepang dan dengan siapakah budaya dalam bekerja di industri Jepang ini diterapkan, seperti Aisatsu, Ojigi, Horensou, ragam Baha-sa Jepang hormat Keigo, Seiri, Seiton, Seiketsu, Seisoo, Shitsuke, Honne dan Tatemae. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan jenis studi lapangan. Teknik pengumpulan data menggunakan Teknik pengisian dari angket tertutup. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Etika budaya dalam bekerja di industri Keiyo Country Club mencakup penerapan nilai-nilai seperti aisatsu (salam), ojigi (membungkuk), horen-sou (komunikasi pelaporan), honne dan tatemae (kejujuran pribadi dan kesopanan sosial), kaizen (perbaikan berkelanjutan), ragam bahasa hormat keigo, serta prinsip 5S (seiri, seiton, seisou, seiketsu, dan shitsuke). Temuan ini menyimpulkan bahwa etika budaya dalam bekerja merupakan elemen yang sangat penting dan menjadi landasan perilaku pegawai di industri tersebut., (2) Situasi budaya kerja di industri Keiyo Country Club ditandai oleh kuatnya penerapan hourensou dan kaizen sebagai bagian integral dari sistem kerja industri. Budaya ini tidak hanya menjadi bagian dari etika profesional, tetapi juga menciptakan keselarasan dalam lingkungan kerja, yang pada akhirnya membentuk perilaku kerja yang disiplin dan bertanggung jawab di kalangan pegawai. Kata kunci: Etika Budaya Pegawai, Industri Jepang, Budaya Kerja Perusahan Jepang