Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh work life balance dan job satisfaction terhadap turnover intention melalui psychological well-being pada karyawan Generasi Z di PT. XYZ. Topik ini menjadi penting mengingat Generasi Z memiliki ekspektasi yang tinggi terhadap pekerjaan yang bermakna, fleksibilitas kerja, imbalan yang adil, serta keseimbangan antara kehidupan kerja dan pribadi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan tujuan deskriptif dan verifikatif. Data dikumpulkan melalui survei kuesioner terhadap 120 karyawan Generasi Z di kantor pusat PT. XYZ dengan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan menggunakan Structural Equation Modeling berbasis Partial Least Squares (SEM-PLS) dengan metode bootstrapping sebanyak 5.000 resampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa work life balance, job satisfaction, dan psychological well-being berada pada kategori sedang, sedangkan turnover intention berada pada kategori tinggi. Secara struktural, work life balance dan job satisfaction terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap psychological well-being. Namun demikian, hanya job satisfaction yang memiliki pengaruh negatif dan signifikan secara langsung terhadap turnover intention. Sementara itu, work life balance dan psychological well-being tidak menunjukkan pengaruh langsung yang signifikan terhadap turnover intention. Selain itu, psychological well-being tidak terbukti mampu memediasi hubungan antara work life balance maupun job satisfaction terhadap turnover intention. Temuan ini mengindikasikan bahwa kepuasan kerja merupakan faktor utama dalam menurunkan turnover intention pada karyawan Generasi Z. Oleh karena itu, upaya retensi karyawan perlu difokuskan pada peningkatan aspek-aspek yang membentuk job satisfaction, seperti keadilan kompensasi, peluang pengembangan karier, dukungan atasan, serta pengalaman kerja yang bermakna dalam aktivitas sehari-hari. Penelitian ini juga memberikan kontribusi empiris dalam memperkuat pemahaman mengenai faktor dominan yang memengaruhi turnover intention pada karyawan Generasi Z, khususnya dalam konteks sektor jasa keuangan.