The rise of social media, especially TikTok, has transformed how audiences receive information and evaluate influencer credibility. This study examines how Generation Z perceives Tasya Farasya’s credibility as a beauty influencer in promoting Somethinc products, and how these perceptions affect their view of the brand. The research is grounded in Source Credibility Theory, which includes expertise, trustworthiness, and communicator attractiveness. Using a qualitative approach, in-depth interviews were conducted with six Generation Z informants who had watched Tasya’s Somethinc product reviews on TikTok. The findings show that Generation Z views Tasya as competent, authentic, and persuasive in her delivery, leading them to consider her content credible. This credibility influences how they perceive Somethinc as a transparent, informative, and trustworthy brand. TikTok’s short video format, strong visual appeal, and algorithmic support further enhance message reception. Overall, the study confirms that influencer credibility plays a strategic role in shaping brand perception among Generation Z. Perkembangan media sosial, khususnya TikTok, telah membawa perubahan signifikan dalam cara audiens menerima informasi serta membentuk penilaian mereka terhadap kredibilitas seorang konten kreator. Penelitian ini berfokus pada bagaimana Generasi Z memaknai kredibilitas Tasya Farasya sebagai konten kreator kecantikan dalam mempromosikan produk Somethinc, serta bagaimana persepsi tersebut memengaruhi pandangan mereka terhadap merek. Studi ini mengacu pada Teori Kredibilitas Sumber yang menekankan tiga aspek utama, yakni keahlian, kejujuran, dan daya tarik komunikator. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif melalui wawancara mendalam dengan enam informan Generasi Z yang pernah menonton ulasan Tasya mengenai produk Somethinc di TikTok. Temuan penelitian mengungkap bahwa Generasi Z memandang Tasya sebagai figur yang memiliki kompetensi, keaslian, dan daya tarik penyampaian, sehingga kontennya dinilai kredibel. Kredibilitas tersebut kemudian memengaruhi cara informan menilai kualitas serta citra Somethinc, yang mereka anggap sebagai merek yang transparan, informatif, dan layak dipercaya. Selain itu, karakteristik TikTok yang menonjolkan video singkat, elemen visual yang kuat, serta dukungan algoritma FYP turut memperkuat penerimaan pesan yang disampaikan Tasya. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa kredibilitas seorang konten kreator memainkan peran strategis dalam membangun persepsi merek di kalangan Generasi Z.