Pembangunan jaringan transmisi 150 kV memerlukan sistem fondasi yang mampu menahan beban aksial, tarik (uplift), dan lateral secara aman. Penelitian ini menganalisis kapasitas daya dukung dan penurunan fondasi bored pile pada Tower T.180 tipe BB+15 pada jalur transmisi 150 kV Tambu–Bangkir I di Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah. Analisis dilakukan menggunakan data uji sondir (CPT), pemodelan struktur dengan Ms Tower v.6.2, serta evaluasi kapasitas fondasi dengan variasi diameter bored pile 0,4 m, 0,6 m, dan 0,8 m pada kedalaman 6 m dengan konfigurasi 4 tiang kelompok. Hasil analisis menunjukkan bahwa daya dukung aksial izin kelompok berdasarkan metode De Ruiter–Beringen, Schmertmann, dan Ensoft Shaft meningkat seiring bertambahnya diameter tiang. Diameter 0,4 m dinyatakan tidak aman karena kapasitas aksialnya lebih kecil dari beban tekan rencana, sedangkan diameter 0,6 m dan 0,8 m memenuhi kriteria. Kapasitas uplift dan daya dukung lateral seluruh variasi diameter berada di atas beban rencana, sehingga aman terhadap gaya tarik dan lateral. Analisis penurunan menggunakan Settle 3D menghasilkan nilai penurunan maksimum 2,63–5,52 mm, masih di bawah batas izin. Evaluasi stabilitas terhadap guling menunjukkan bahwa diameter 0,4 m pada salah satu kaki tower tidak memenuhi syarat, sedangkan seluruh variasi diameter aman terhadap geser. Secara keseluruhan, fondasi bored pile dengan diameter minimum 0,6 m direkomendasikan karena memenuhi seluruh persyaratan kapasitas aksial, uplift, lateral, penurunan, serta stabilitas eksternal untuk menopang Tower T.180 pada proyek transmisi 150 kV Tambu–Bangkir I. Kata kunci: bored pile, daya dukung aksial, uplift, daya dukung lateral, tower transmisi line