Sahertian, Elsa
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA HIDROPONIK DI KOTA SORONG (STUDI KASUS HIDROPONIK OAP) Sahertian, Elsa
JOURNAL MANAGEMENT ENTREPRENEURSHIP (JME) Vol 4 No 1 (2024): Journal Management Entrepreneurship (JME)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian, Universitas Kristen Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56942/tb2vmm18

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dan merumuskan strategi pengembangan usaha pertanian perkotaan berbasis hidroponik yang dikelola oleh komunitas Orang Asli Papua di Kota Sorong. Di tengah dinamika ekonomi pascapandemi dan keterbatasan lahan perkotaan, usaha hidroponik skala mikro ini menunjukkan tingkat resiliensi operasional yang mengesankan, namun secara bersamaan menghadapi anomali pasar yang kompleks serta tantangan teknis yang membatasi kapasitas ekspansi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif deskriptif, dengan instrumen pengumpulan data utama berupa wawancara mendalam terhadap pemilik usaha dan survei terstruktur terhadap konsumen perorangan. Seluruh data yang terkumpul direduksi dan dianalisis secara komprehensif menggunakan kerangka Business Model Canvas untuk memetakan arsitektur nilai bisnis saat ini, serta matriks Analisis SWOT untuk mengevaluasi faktor internal dan eksternal secara kritis. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa usaha ini memiliki keunggulan kompetitif pada aspek kebersihan produk, kualitas premium, dan kedisiplinan pencatatan, namun pertumbuhannya terhambat oleh keterbatasan modal, rendahnya volume produksi, serangan hama pada sistem sirkulasi, serta indikasi saturasi pasar. Melalui integrasi strategi, penelitian ini merumuskan bahwa inovasi diferensiasi produk, optimalisasi kemitraan bisnis ke bisnis, serta intervensi pemerintah yang presisi berupa akses modal dan pelatihan teknologi mitigasi hama tingkat lanjut menjadi esensial. Kesimpulan dari kajian ini menegaskan bahwa transformasi ekosistem agribisnis komunal menuju model yang kompetitif membutuhkan kolaborasi holistik demi mewujudkan ketahanan pangan dan pemberdayaan ekonomi lokal yang berkelanjutan.