Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implikasi durasi tinggal warga asing terhadap harga properti dan biaya hidup dengan pendekatan systematic literature review (SLR). Fenomena meningkatnya mobilitas global, termasuk ekspatriat, investor, dan digital nomad, mendorong perubahan dinamika pasar perumahan di negara berkembang seperti Indonesia. Metode penelitian menggunakan SLR dengan penelusuran literatur ilmiah tahun 2022–2025 dari berbagai basis data seperti Google Scholar dan ScienceDirect. Artikel yang relevan diseleksi menggunakan pendekatan PRISMA sehingga diperoleh 14 studi yang dianalisis secara tematik. Hasil kajian menunjukkan bahwa durasi tinggal warga asing memiliki hubungan signifikan terhadap peningkatan permintaan hunian. Semakin lama durasi tinggal, semakin tinggi keterlibatan ekonomi warga asing dalam pasar lokal, termasuk penyewaan dan investasi properti, yang pada akhirnya mendorong kenaikan harga properti. Kenaikan tersebut lebih dominan terjadi di wilayah perkotaan dan destinasi wisata dengan keterbatasan pasokan perumahan. Selain itu, peningkatan harga properti berkontribusi terhadap naiknya biaya hidup, terutama melalui kenaikan harga sewa dan barang/jasa. Temuan juga menunjukkan bahwa investasi asing dan aktivitas pariwisata memperkuat tekanan terhadap pasar properti. Dampak ini bersifat dualistik karena selain meningkatkan pertumbuhan ekonomi, juga berpotensi menurunkan keterjangkauan hunian bagi masyarakat lokal. Oleh karena itu, diperlukan kebijakan yang mampu menyeimbangkan kepentingan ekonomi dan perlindungan masyarakat melalui pengaturan durasi tinggal, pengendalian pasar properti, serta peningkatan pasokan hunian terjangkau serta penguatan regulasi investasi asing dan perencanaan tata ruang perkotaan yang berkelanjutan guna menjaga stabilitas sosial ekonomi. Hasil penelitian ini diharapkan menjadi rujukan kebijakan dalam pengaturan migrasi dan sektor perumahan di Indonesia serta mendorong keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan keadilan sosial di perkotaan Indonesia secara.