Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Pertumbuhan Penjualan, Intensitas Aset Tetap dan Umur Perusahaan terhadap Tax Avoidance Qisthi, Enggal Sabillah; Syahputra, Andri
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.8472

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pertumbuhan penjualan, intensitas aset tetap, dan umur perusahaan terhadap Tax Avoidance pada perusahaan manufaktur sektor consumer non-cyclical yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2020–2024. Tax Avoidance merupakan upaya penghindaran pajak yang dilakukan secara legal dengan memanfaatkan celah peraturan perpajakan guna meminimalkan beban pajak perusahaan. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan data sekunder berupa laporan keuangan tahunan perusahaan. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling, sehingga diperoleh 38 perusahaan dengan total 190 observasi selama lima tahun. Analisis data dilakukan menggunakan regresi data panel melalui aplikasi E-Views 12. Berdasarkan hasil uji pemilihan model melalui Uji Chow, Uji Hausman, dan Uji Lagrange Multiplier, model terbaik yang digunakan adalah Random Effect Model (REM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan pertumbuhan penjualan, intensitas aset tetap, dan umur perusahaan berpengaruh signifikan terhadap Tax Avoidance. Secara parsial, pertumbuhan penjualan berpengaruh signifikan terhadap Tax Avoidance dengan nilai probabilitas 0,0017 < 0,05. Intensitas aset tetap juga berpengaruh signifikan terhadap Tax Avoidance dengan nilai probabilitas 0,0392 < 0,05. Sementara itu, umur perusahaan tidak berpengaruh signifikan terhadap Tax Avoidance dengan nilai probabilitas 0,7031 > 0,05. Nilai Adjusted R-squared sebesar 0,061256 menunjukkan bahwa variabel independen dalam penelitian ini mampu menjelaskan Tax Avoidance sebesar 6%, sedangkan sisanya dipengaruhi faktor lain di luar model penelitian. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi perusahaan, investor, dan regulator dalam memahami faktor-faktor yang memengaruhi praktik Tax Avoidance.