Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Anatomi Pengelolaan Data di Satintelkam Polres Karanganyar: Mengidentifikasi Celah Penyebaran Data dan Dampaknya terhadap Keamanan Konsumen Setiyaningsih, Antika Puji; Hanivan, Dimas Febryyano; Yudatama, Ilham Sabilillah; Anatasya, Jesika; Cahyani, Prifka
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.8631

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi secara mendalam tata kelola data pada Satuan Intelijen dan Keamanan (Satintelkam) Polres Karanganyar dengan fokus pada identifikasi celah keamanan dalam proses distribusi informasi serta implikasinya terhadap perlindungan data masyarakat. Urgensi penelitian ini didasarkan pada meningkatnya risiko kerentanan data pribadi dalam birokrasi pelayanan publik kepolisian. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik wawancara mendalam terhadap enam personel Satintelkam, observasi langsung terhadap prosedur operasional standar, serta telaah dokumen kebijakan internal organisasi. Hasil penelitian mengungkapkan tiga celah krusial dalam sistem tata kelola data. Pertama, belum tersedianya protokol verifikasi formal terhadap identitas dan urgensi pihak penerima data sebelum proses distribusi dilakukan. Kedua, terdapat tumpang tindih wewenang antara fungsi intelijen murni dan fungsi pelayanan publik yang menyebabkan akses data menjadi tidak terotorisasi dengan ketat. Ketiga, sistem pencatatan digital yang ada belum mampu menghasilkan jejak audit (audit trail) yang akurat, sehingga penyebaran data tidak terdokumentasi secara sistematis. Celah-celah keamanan tersebut secara empiris berdampak pada potensi kebocoran informasi pribadi pelapor serta data transaksi sensitif kepada pihak ketiga yang tidak berwenang. Dampak lebih luas mencakup peningkatan risiko pencurian identitas, eksploitasi data untuk praktik ilegal, serta penurunan signifikansi kepercayaan publik terhadap profesionalisme institusi kepolisian. Sebagai solusi strategis, penelitian ini merekomendasikan implementasi sistem otorisasi akses berlapis (multi-level authorization) dan pelaksanaan audit keamanan informasi secara periodik guna memitigasi risiko penyalahgunaan data di masa depan.