Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Budaya Organisasi Terhadap Kinerja Pegawai dengan Stres Kerja Sebagai Variabel Moderating Pada Rumah Sakit Efarina Pangkalan Kerinci Karo, Perlaban Karo; Margono, Margono; Ramadhan, Mhd
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.8691

Abstract

Penelitian yang berjudul “Pengaruh Budaya Organisasi Terhadap Kinerja Pegawai dengan Stres Kerja Sebagai Variabel Moderating Pada Rumah Sakit Efarina Pangkalan Kerinci” bertujuan untuk mengetahui kondisi budaya organisasi, stres kerja, dan kinerja pegawai, serta menganalisis pengaruh budaya organisasi terhadap kinerja pegawai dengan stres kerja sebagai variabel moderasi pada Rumah Sakit Efarina Pangkalan Kerinci. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya budaya organisasi dalam menciptakan lingkungan kerja yang kondusif guna meningkatkan kualitas pelayanan dan produktivitas pegawai rumah sakit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya organisasi pada rumah sakit tersebut tergolong kuat, tingkat stres kerja pegawai berada pada kategori rendah, dan kinerja pegawai sudah baik. Budaya organisasi terbukti memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai. Hal ini menunjukkan bahwa semakin baik budaya organisasi yang diterapkan, maka semakin tinggi pula tingkat kinerja pegawai dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya. Selain itu, stres kerja dalam penelitian ini berfungsi sebagai variabel moderating yang memperlemah hubungan antara budaya organisasi dan kinerja pegawai. Artinya, walaupun budaya organisasi yang baik mampu meningkatkan kinerja pegawai, adanya stres kerja dapat mengurangi pengaruh positif tersebut. Hasil analisis hubungan juga menunjukkan adanya hubungan yang kuat dan positif antara budaya organisasi dan kinerja pegawai, sedangkan hubungan budaya organisasi terhadap kinerja pegawai dengan stres kerja sebagai variabel moderasi tergolong sangat kuat. Berdasarkan hasil uji hipotesis, H0 ditolak sehingga budaya organisasi dinyatakan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai, sementara stres kerja terbukti memperlemah hubungan tersebut