Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Kebijakan Penanganan Sampah dan Pengelolaan Lingkungan Hidup Di Perkotaan: Studi Kasus Kota Kupang Johan, Mariano Alfarado O.; Jeharu, Hendrikus A.; Tay, Alfian F.U; Kolin, Stefanus M.; Lakapu, Edwin N.; Usfal, Wiliberd Reven De P.; Babu, Egidius F.; Banunaek, Gilberd O.
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.8720

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya pertumbuhan penduduk perkotaan yang berdampak pada bertambahnya volume sampah di berbagai kota di Indonesia, termasuk Kota Kupang. Permasalahan pengelolaan sampah di Kota Kupang menjadi semakin kompleks akibat keterbatasan sarana dan prasarana, minimnya anggaran pengelolaan, serta rendahnya partisipasi masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan. Meskipun pemerintah daerah telah menetapkan berbagai kebijakan formal terkait pengelolaan sampah, implementasi kebijakan tersebut masih menghadapi berbagai kendala di lapangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebijakan penanganan sampah di Kota Kupang, mengidentifikasi faktor penghambat dan faktor pendukung implementasi kebijakan, serta mengevaluasi peran pemerintah daerah, institusi pendidikan, dan masyarakat dalam mendukung pengelolaan sampah yang berkelanjutan. Penelitian menggunakan pendekatan studi kasus deskriptif dengan metode campuran (mixed methods). Data diperoleh melalui analisis terhadap 12 dokumen kebijakan, wawancara mendalam dengan 8 informan kunci, serta survei kuesioner kepada 250 rumah tangga yang tersebar di lima kelurahan di Kota Kupang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan pengelolaan sampah telah mengadopsi prinsip reduce, reuse, dan recycle (3R), namun implementasinya belum optimal karena lemahnya koordinasi antarinstansi, keterbatasan infrastruktur TPS3R, serta rendahnya kesadaran masyarakat dalam memilah sampah. Hanya sekitar 42% rumah tangga yang secara rutin memisahkan sampah organik dan anorganik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa diperlukan mekanisme pembiayaan inovatif, penguatan koordinasi multi-pemangku kepentingan, serta pendidikan lingkungan hidup yang terintegrasi guna meningkatkan efektivitas kebijakan pengelolaan sampah di Kota Kupang secara berkelanjutan.