Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Karakteristik Individu dan Pengalaman Kerja Terhadap Komitmen Organisasi Pada Guru SLB Azzahra, Refina Shintia; Eryanto, Fajar; Octavian, Rizky Ferrari
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.8929

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh karakteristik individu dan pengalaman kerja terhadap komitmen organisasi pada guru SLB Negeri Sukapura Kota Bandung. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif dan verifikatif. Populasi penelitian adalah seluruh guru SLB Negeri Sukapura sebanyak 37 orang, sehingga teknik pengambilan sampel menggunakan sampel jenuh atau sensus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara terbatas, dan penyebaran kuesioner dengan skala Likert. Teknik analisis data dilakukan melalui uji validitas, uji reliabilitas, uji asumsi klasik, analisis koefisien determinasi, dan analisis jalur dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik individu, pengalaman kerja, dan komitmen organisasi guru berada pada kategori baik. Nilai rata-rata karakteristik individu sebesar 70,0811, pengalaman kerja sebesar 51,8108, dan komitmen organisasi sebesar 51,7027. Hasil koefisien determinasi menunjukkan nilai R Square sebesar 0,038, yang berarti karakteristik individu dan pengalaman kerja secara bersama-sama memberikan kontribusi sebesar 3,8% terhadap komitmen organisasi. Karakteristik individu berpengaruh positif tetapi tidak signifikan terhadap komitmen organisasi, sedangkan pengalaman kerja berpengaruh negatif tetapi tidak signifikan. Hasil ini menunjukkan bahwa komitmen organisasi guru lebih banyak dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian, seperti kepemimpinan, motivasi kerja, kepuasan kerja, budaya organisasi, lingkungan kerja, dan dukungan organisasi. Oleh karena itu, peningkatan komitmen organisasi perlu didukung oleh pengelolaan organisasi yang lebih menyeluruh.