Hamzah, Irma Hajriani
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Yoga Hamil Dan Senam Hamil Terhadap Kecemasan Ibu Hamil: Literature Review Hamzah, Irma Hajriani; Nurvialam, Nurvialam; Fadliya, Fadliya; Sudirman, Sudirman; Yani, Ahmad
Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan Vol. 9 No. 2 (2026): Jurnal Ilmiah MANUSIA DAN KESEHATAN
Publisher : FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PAREPARE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31850/makes.v9i2.4376

Abstract

Kehamilan merupakan suatu fase yang ditandai dengan perubahan fisik dan psikologis yang berpotensi menimbulkan kecemasan pada ibu hamil. Kondisi kecemasan selama kehamilan dapat memberikan dampak negatif terhadap kesehatan ibu maupun perkembangan janin. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh yoga kehamilan dan senam hamil dalam menurunkan tingkat kecemasan pada ibu hamil melalui pendekatan systematic literature review. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan mengacu pada kerangka PRISMA. Proses pencarian literatur dilakukan melalui beberapa basis data, yaitu PubMed, Semantic Scholar, Google Scholar dan Science Direct dalam rentang tahun 2020–2026. Dari total 335 artikel yang teridentifikasi, sebanyak 6 artikel memenuhi kriteria inklusi dan selanjutnya dianalisis. Hasil kajian menunjukkan bahwa yoga prenatal dan senam hamil efektif dalam menurunkan tingkat kecemasan melalui mekanisme relaksasi, pengaturan pernapasan, serta peningkatan hormon serotonin. Selain itu, intervensi ini juga berkontribusi dalam meningkatkan kesiapan ibu menghadapi persalinan serta memperbaiki stabilitas emosional selama kehamilan. Dengan demikian, yoga hamil dan senam hamil dapat direkomendasikan sebagai intervensi non-farmakologis yang efektif untuk diintegrasikan dalam pelayanan antenatal guna mendukung kesehatan mental ibu hamil.
Kekurangan Dokter Spesialis di Daerah Terpencil: Tinjauan Global Faktor dan Strategi Penanganan Hamzah, Irma Hajriani; Nurvialam, Nurvialam; Fadliya, Fadliya; Ng. Susanti, I Gusti Ayu; Sari, Asrini Muslima; Kadri, Abdul
Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan Vol. 9 No. 2 (2026): Jurnal Ilmiah MANUSIA DAN KESEHATAN
Publisher : FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PAREPARE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31850/makes.v9i2.4431

Abstract

Kekurangan dokter spesialis di daerah terpencil merupakan permasalahan sistemik dan multidimensi yang dihadapi berbagai negara, baik berkembang maupun maju. Penelitian ini bertujuan menganalisis dan mensintesis publikasi ilmiah terkait kekurangan dokter spesialis di daerah, mencakup faktor penyebab mal-distribusi, spesialisasi yang paling terdampak, serta strategi penanganan yang telah diimplementasikan di berbagai negara. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan pendekatan PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses). Pencarian artikel dilakukan melalui Google Scholar, PubMed, dan ScienceDirect menggunakan kombinasi kata kunci terkait kekurangan dokter spesialis, mal-distribusi tenaga medis, daerah terpencil, dan strategi retensi tenaga kesehatan. Sebanyak 20 artikel yang dipublikasikan pada periode 2021–2025 memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis secara deskriptif. Hasil menunjukkan bahwa inti permasalahan bukan jumlah total spesialis, melainkan konsentrasi geografisnya di pusat kota. Di Indonesia, rasionya hanya 0,18 per 1.000 penduduk dengan 59% spesialis terkonsentrasi di Jawa. Spesialisasi paling kritis yang kekurangan di daerah meliputi OBGYN, bedah umum, anestesi, dan kedokteran darurat. Faktor penyebab bersifat multidimensi, mencakup rendahnya insentif finansial, keterbatasan fasilitas, ancaman medikolegal, terbatasnya karier pasangan, dan fenomena brain drain. Strategi paling efektif mencakup beasiswa ikatan dinas lokal, insentif multidimensi, pemanfaatan telemedis, dan optimalisasi peran tenaga non-dokter. Penanganan kekurangan dokter spesialis di daerah memerlukan pendekatan kebijakan yang komprehensif, kontekstual, dan berjangka panjang.