This Author published in this journals
All Journal LEX CRIMEN
Sri Widiastuti Samalam
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

SISTEM PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP PERUBAHAN IDENTITAS KEPENDUDUKAN BAGI PERNDERITA GENETIK BAWAAN DI INDONESIA Sri Widiastuti Samalam
LEX CRIMEN Vol. 15 No. 3 (2026): Lex_Crimen
Publisher : LEX CRIMEN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sistem perlindungan hukum terhadap perubahan identitas kependudukan bagi penderita genetik bawaan, khususnya Hypospadia Scrotalis, di Indonesia serta untuk mengetahui akibat hukum dari perubahan identitas kependudukan tersebut. Permasalahan dalam penelitian ini dilatarbelakangi oleh belum adanya pengaturan hukum yang secara khusus mengatur perubahan identitas kependudukan akibat kondisi genetik bawaan, sehingga menimbulkan ketidakpastian hukum bagi penderita. Kondisi Hypospadia Scrotalis sebagai kelainan bawaan pada organ genital dapat menyebabkan ketidaksesuaian antara identitas biologis dengan identitas administratif yang tercatat dalam dokumen kependudukan. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan konseptual. Bahan hukum yang digunakan terdiri dari bahan hukum primer, sekunder, dan tersier yang diperoleh melalui studi kepustakaan. Analisis dilakukan secara deskriptif kualitatif untuk mengkaji pengaturan hukum, prinsip perlindungan hukum, serta mekanisme perubahan identitas kependudukan bagi penderita genetik bawaan di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem perlindungan hukum terhadap perubahan identitas kependudukan bagi penderita Hypospadia Scrotalis di Indonesia masih belum optimal karena belum terdapat pengaturan khusus yang secara rinci mengatur prosedur dan standar perubahan identitas akibat kondisi medis genetik bawaan. Perubahan identitas masih harus melalui mekanisme penetapan pengadilan yang bersifat panjang, kompleks, dan menimbulkan ketidakpastian hukum akibat perbedaan penafsiran hakim. Selain itu, penderita juga menghadapi hambatan sosial berupa stigma dan diskriminasi. Oleh karena itu, diperlukan pembaruan regulasi yang lebih responsif, sederhana, dan memberikan kepastian hukum guna menjamin perlindungan hak asasi manusia serta pengakuan identitas bagi penderita genetik bawaan di Indonesia. Kata Kunci: Perlindungan Hukum, Identitas Kependudukan, Genetik Bawaan, Hypospadia Scrotalis, Administrasi Kependudukan.