Kholili Hasib
Universitas Islam Internasional Darullughah Wadda’wah, Pasuruan

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Metode Mind Mapping Terhadap Percepatan Santri dalam Menghapalkan Al-Qur’an di Pondok Pesantren Tabiyyatul Qurro’ Selagas, Kota Mataram Muhammad Suparman; Asep Rahmatulla; Kholili Hasib
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 11 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v11i1.4514

Abstract

Al-Qur’an sebagai pedoman utama ajaran Islam memiliki peran sentral dalam pendidikan, khususnya dalam pembentukan iman, ilmu, dan akhlak, sehingga upaya menjaga dan melestarikannya melalui program tahfidz menjadi tanggung jawab kolektif umat Islam, yang dalam praktiknya memerlukan inovasi metode pembelajaran seperti mind mapping untuk mengatasi kejenuhan santri dan meningkatkan efektivitas serta percepatan hafalan Al-Qur’an di lingkungan pondok pesantren. Penelitian ini mengkaji efektivitas metode mind mapping dalam meningkatkan motivasi serta mempercepat hafalan Al-Qur’an santri di pondok pesantren Tabiyyatul Qurro’, Selagas Kota Mataram. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif yang dilaksanakan di Tahfidz Pondok Pesantren Tarbiyatul Qurro’ Selagalas Kota Mataram dengan sumber data utama berupa observasi dan wawancara terhadap pimpinan pondok, guru tahfidz, dan santri, serta data pendukung dari dokumen dan literatur, yang dianalisis secara interaktif melalui kondensasi data, penyajian, dan penarikan kesimpulan untuk memperoleh gambaran valid mengenai pengaruh metode mind mapping terhadap percepatan hafalan Al-Qur’an. Adapun hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pengaruh metode mind mapping terhadap kecepatan hafalan al-Qur'an di Pondok Pesantren Tarbiyatul Qurro' menunjukkan dampak positif yang signifikan dalam meningkatkan kemampuan santri untuk menghafal al-Qur'an dengan lebih cepat. Metode mind mapping, yang memanfaatkan visualisasi, hubungan antar ide, dan pengorganisasian informasi, terbukti membantu santri memahami struktur ayat dan kaitannya dengan tema-tema al-Qur'an.
Peran Orang Tua dalam Membentuk Akhlak dan Religiusitas Anak di Tengah Kemajuan Teknologi Uswatun Ni'ami; Kholili Hasib
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 11 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v11i1.4755

Abstract

Anak adalah amanah bagi orang tua yang kelak akan dimintai pertanggungjawaban atas amanah tersebut. Maka, anak harus dididik sebaik mungkin dengan akhlak dan ilmu agama agar menjadi anak yang sholeh dan berilmu, serta dapat membentengi diri dari kejahatan hawa nafsu. Apalagi pada kehidupan akhir zaman ini, yang ditandai dengan kemajuan teknologi dan informasi, dibutuhkan keimanan yang kuat agar terjaga dari pengaruh-pengaruh negatif yang menjerumuskan manusia ke jurang fitnah dan dosa. Tujuan penelitian ini, pertama memberikan pemahaman mengenai peran penting orang tua dalam membentuk akhlak dan religiusitas anak. Kedua, menawarkan metode bagi orang tua dalam membentuk akhlak dan religiusitas anak. Ketiga, menunjukkan bahwa membentuk akhlak dan religiusitas anak adalah suatu keharusan bagi orang tua, terutama di tengah kemajuan teknologi saat ini. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus terhadap peran orang tua dalam membentuk akhklak dan religiusitas anak di tengah kemajuan teknologi. Sumber primer dalam penelitian adalah para orang tua dan anak-anak dengan wawancara dan observasi sebagai metode pengumpulan data. Penyajian data dilakukan dengan mengelompokkan data berdasarkan rumusan masalah dan diverifikasi melalui triangluasi dan diskusi teman sejawat. Hasil penelitian menyatakan bahwa orang tua adalah pemeran utama dalam membentuk karakter anak, baik dalam akhlak maupun religiusitasnya. Metode yang dapat dilakukan ialah pertama, dengan memberikan pendidikan akhlak melalui nasehat, teguran, contoh dalam keseharian, dan keteladanan-keteladanan dari Rasulullah saw. Kedua, memberikan pendidikan agama dari sejak kecil, seperti mengajarkan sholat, membaca al Qur’an, dan kajian-kajian keislaman seperti akhlak, tasawuf, fiqih, tauhid. Ketiga, menjauhkan anak dari gadget. Keempat, membiasakan anak untuk membaca buku. Pembentukan akhlak dan pembekalan ilmu agama yang kuat adalah kunci keselamatan anak di dunia dan akhirat karena keduanya dapat menjadi pembimbing, perisai dan filter bagi pengaruh-pengaruh negatif kemajuan zaman dan teknologi. Kesimpulan daripada penelitian ini ialah bahwa orang tua harus memainkan perannya dengan sangat baik terhadap anak. Peran terpenting orang tua adalah membentuk anak menjadi manusia yang berakhlak dan memiliki pengetahuan ilmu agama. Demikian karena pendidikan akhlak dan ilmu agama menjadi kontrol bagi pribadi anak.