Michael Fredrik Sihombing
Universitas HKBP Nommensen Pematangsiantar

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Numbered Heads Together (NHT) dalam Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan terhadap Peningkatan Motivasi Belajar Siswa Kelas X SMA Negeri 3 Pematangsiantar Sabar Dumayanti Sihombing; Michael Fredrik Sihombing; Ayel Febriyani Silalahi; Sara Dince Manurung; Nuri Giovani; Dearma Amelia Sirait; Tasya Kumala Ningrum; Oscar Simbolon
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 11 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v11i1.4677

Abstract

Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan di Sekolah Menengah Atas masih menghadapi tantangan rendahnya keterlibatan siswa dalam proses belajar, yang berdampak pada lemahnya motivasi belajar. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Heads Together (NHT) dalam meningkatkan motivasi belajar siswa kelas X. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen semu yang melibatkan dua kelas, yaitu kelompok eksperimen yang diterapkan model NHT dan kelompok kontrol yang mengikuti pembelajaran konvensional. Data motivasi belajar dikumpulkan melalui angket yang telah memenuhi kriteria validitas dan reliabilitas, kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan inferensial dengan mempertimbangkan kondisi awal siswa. Hasil analisis menunjukkan bahwa siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model NHT mengalami peningkatan motivasi belajar yang lebih tinggi dibandingkan siswa pada kelompok kontrol. Setelah perbedaan skor awal dikendalikan, pengaruh positif penerapan model NHT terhadap motivasi belajar tetap terkonfirmasi secara statistik. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe NHT efektif dalam memperkuat motivasi belajar siswa serta berpotensi menciptakan iklim pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan yang lebih partisipatif dan berorientasi pada tanggung jawab belajar siswa di jenjang SMA.
Transformational Leadership Model of School Principals in Strengthening Civic Values: A Case Study at Erlangga Senior High School Michael Fredrik Sihombing; Immanuel Onasis Kha Napitupulu; Ferry Deni Doloksaribu; Yesica Febrianti Tambunan; Pinka Laura Malau; Ropinus Sidabutar
Young Journal of Social Sciences and Humanities Vol. 1 No. 4 (2025): Young Journal of Social Sciences and Humanities
Publisher : Yayasan Bayt Shufiya Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66867/yjssh.v1i4.226

Abstract

This study examines the role of transformative leadership exercised by the school principal in strengthening civic values at SMA Swasta Erlangga Pematangsiantar. Employing a qualitative case study approach, the research explores leadership strategies, implementation processes, and challenges in fostering an inclusive and adaptive school culture within a small-scale private school context. Data were collected through in-depth interviews, focus group discussions, and participatory observation involving the principal, teachers, and students. The findings reveal that transformative leadership, manifested through moral role modeling, inspirational motivation, intellectual stimulation, and individualized consideration, effectively enhances the involvement of teachers, students, parents, and the surrounding community in internalizing civic values. These values are reflected in collaborative learning practices, student organizational activities, and school–community partnerships. Despite challenges such as social media influence, limited resources, and varying parental expectations, transformative leadership functions as a significant agent of change in addressing the demands of the digital era and social diversity. The study concludes that continuous leadership development and strengthened school–community collaboration are essential to optimizing civic education.