Baiq Fitria Frisma Lita
Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan Kebiasaan Sarapan Pagi dengan Tingkat Konsentrasi Belajar pada Siswa Kelas 5-6 Sekolah Dasar Negeri Kertasari II Sindi Puspitasari; Casman Casman; Rosmaitaliza Rosmaitaliza; Mohammad Wachidin Nur Sugandi; Dwi Sulistyo Cahyaningsih; Baiq Fitria Frisma Lita
Jawara : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 6, No 3 (2025)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jik.v6i3.37009

Abstract

Prevalensi siswa yang tidak sarapan di Indonesia masih cukup tinggi, yaitu berkisar antara 16,9% hingga 59%. Padahal, sarapan pagi memiliki peran penting dalam menjaga konsentrasi belajar dan kemampuan kognitif anak di sekolah. Kekurangan asupan makanan di pagi hari dapat menyebabkan penurunan kadar gula darah, yang berdampak pada menurunnya konsentrasi selama proses belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kebiasaan sarapan pagi dengan konsentrasi belajar siswa kelas 5-6 di SDN Kertasari II. Metode penelitian ini menggunakan desain cross sectional. Penelitian menggunakan teknik total sampling sebanyak 119 siswa di SDN Kertasari II. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kebiasaan sarapan pagi dengan konsentrasi belajar siswa di SDN Kertasari II dengan nilai p = 0,001. Siswa yang memiliki kebiasaan sarapan yang baik cenderung memiliki tingkat konsentrasi belajar yang lebih baik dibandingkan dengan yang kurang sarapan. Terdapat hubungan yang signifikan antara kebiasaan sarapan pagi dengan konsentrasi belajar pada siswa sekolah dasar. Disarankan agar pihak sekolah dan orang tua membiasakan siswa untuk rutin sarapan pagi sebelum berangkat ke sekolah guna menunjang konsentrasi dan prestasi belajar siswa. Kata Kunci: kebiasaan sarapan pagi, konsentrasi belajar, siswa
Fun Learning Education dalam Upaya Pencegahan Anemia pada Remaja Putri: Sebuah Studi Kasus di Salah Satu MTs di Desa Bojonegara, Kabupaten Serang, Banten, Indonesia Baiq Fitria Frisma Lita; Tomy Suganda; Syafrina Arbaani Djuria; Nur Rizki Dwi Lestari; Griselda Usti Maritza; Mugi Munfaki; Muhammad Alfath Brilianto; Tajma Rosa Dwiyani
Jurnal Studi Kasus Kegiatan Masyarakat Vol 4, No 2 (2026)
Publisher : Gemilang Maju Publikasi Ilmiah (GMPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53889/jskkm.v4i2.852

Abstract

Anemia pada remaja putri masih menjadi masalah kesehatan di tengah masyarakat Indonesia. Tingginya angka kejadian anemia berkaitan dengan kurangnya pengetahuan tentang pola nutrisi sehat dan pentingnya konsumsi suplementasi rutin terutama bagi remaja putri. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan remaja putri tentang anemia dan bagaimana cara pencegahannya serta meningkatkan kesadaran terkait kepatuhan remaja putri untuk konsumsi tablet tambah darah (TTD). Promosi kesehatan tentang pencegahan anemia merupakan metode pendekatan preventif yang diharapkan berdampak positif dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran remaja putri dalam mencegah anemia sehingga kepatuhan konsumsi TTD meningkat. Metode pelaksanaan dilakukan dengan metode edukasi kesehatan di sekolah tentang pencegahan anemia dan pentingnya konsumsi TTD rutin pada remaja putri. Edukasi yang diberikan menggunakan pendekatan fun learning dan edukasi interaktif dengan siswi. Edukasi dilaksanakan di salah satu MTs di Desa Lambangsari Kecamatan Bojonegara, Kabupaten Serang, Banten, Indonesia. Kegiatan edukasi kesehatan ini diiukuti siswi kelas 7-8 salah satu MTs di Desa Lambangsari Kecamatan Bojonegara, Kabupaten Serang, Banten, Indonesia. Hasil dari edukasi kesehatan ini menunjukkan bahwa edukasi kesehatan fun learining dapat meningkatkan pengetahuan remaja putri di salah satu MTs di Desa Lambangsari Kecamatan Bojonegara, Kabupaten Serang, Banten, Indonesia tentang pencegahan anemia serta pentingnya konsumsi TTD secara rutin. Kegiatan ini terdokumentasi dengan beberapa foto saat kegiatan berlangsung.