Khoirotul Muslimah
Sekolah Tinggi Agama Islam Jarinabi

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Implementation of Religious Culture-Based PAI Learning in Shaping Early Childhood Character at PAUD Al-Ishlah Kuala Jambi Siti Romlah; Khoirotul Muslimah
TA'DIB: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 3 No 2 (2025): TADIB: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : STAI Al-Mas'udiyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69768/jt.v3i2.122

Abstract

This study aims to analyze the implementation of religious culture-based Islamic Religious Education (PAI) learning in shaping early childhood character at PAUD Al-Ishlah Kuala Jambi. A qualitative case study approach was employed to explore learning practices, value internalization, and influencing factors within a natural educational setting. Data were collected through participatory observation, semi-structured interviews with teachers and school administrators, and document analysis, and were analyzed using an interactive model involving data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings indicate that PAI learning is implemented through an integrative pattern combining structured instruction, religious habituation, and a supportive learning environment. This approach is associated with the development of children’s social and moral character, particularly in cooperation, empathy, and prosocial behavior, while emotional regulation appears to develop more gradually and requires additional support. The study also shows that the effectiveness of character formation is closely related to the consistency of value integration across daily activities rather than isolated instructional practices. These findings contribute to the understanding of religious culture-based PAI learning as an integrative and contextual approach, offering both conceptual and practical insights for developing more sustainable character education models in early childhood education.
Governance Of An Integrated Qur’anic Literacy Program Based On Religious Habituation In Shaping Madrasah Ibtidaiyah Graduate Profiles Siti Nur Amini; Khoirotul Muslimah
TA'DIB: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 3 No 2 (2025): TADIB: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : STAI Al-Mas'udiyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69768/jt.v3i2.123

Abstract

The development of Qur’anic literacy in Islamic elementary education plays a crucial role in shaping students’ religious competence and character. However, existing studies on Baca Tulis Al-Qur’an (BTQ) programs predominantly emphasize instructional methods and technical skill improvement, while limited attention has been given to how program governance integrates religious habituation in forming graduate profiles. This gap indicates a discrepancy between the intended outcomes of Islamic education and the managerial practices implemented in schools. This study aims to analyze the governance of BTQ programs based on the integration of religious habituation in shaping the graduate profile of Madrasah Ibtidaiyah. The study employs a qualitative case study approach conducted at MI Al-Ishlah Kuala Jambi, involving teachers, school administrators, and students selected through purposive sampling. Data were collected through participatory observation, semi-structured interviews, and documentation, and analyzed using the interactive model of data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings reveal that effective BTQ program governance is achieved through the integration of structured planning, routine implementation embedded in daily religious practices, and continuous, although not fully standardized, evaluation. This integration fosters not only students’ Qur’anic literacy skills but also strengthens their religious character and discipline. The study concludes that the success of BTQ programs lies in the alignment between managerial processes and religious habituation, resulting in a holistic graduate profile. Strengthening evaluation systems and expanding family involvement are recommended to enhance program sustainability and impact.
MODEL MANAJEMEN PEMBELAJARAN BERBASIS HIERARKI KEBUTUHAN MASLOW UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI INTRINSIK SISWA MADRASAH Siti Nurul Hidayah; Khoirotul Muslimah
Walada: Journal of Primary Education Vol. 5 No. 1 (2026): Walada: Journal of Primary Education
Publisher : cendekia citra gemilang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/wjpe.v5i1.522

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana manajemen pembelajaran dapat meningkatkan motivasi belajar siswa melalui perspektif hierarki kebutuhan yang dikemukakan oleh Abraham Maslow dalam konteks pendidikan madrasah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, dengan teknik pengumpulan data berupa observasi partisipatif, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi yang melibatkan satu guru, delapan siswa, serta tiga perwakilan madrasah di MTs Jauharatul Islamiyah, Muara Sabak Ulu. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman melalui tahap reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan, serta diperkuat dengan triangulasi dan member check. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen pembelajaran yang efektif mampu meningkatkan motivasi belajar siswa melalui pemenuhan kebutuhan fisiologis dan rasa aman, penguatan interaksi sosial, pemberian penghargaan yang bermakna, serta fasilitasi aktualisasi diri melalui kegiatan pembelajaran partisipatif. Integrasi keempat aspek tersebut mendorong keterlibatan, kepercayaan diri, dan motivasi intrinsik siswa secara berkelanjutan. Implikasi penelitian ini menegaskan pentingnya penerapan manajemen pembelajaran yang holistik, humanistik, dan berpusat pada kebutuhan siswa dalam konteks pendidikan Islam.
STRATEGI MANAJEMEN BUDAYA RELIGIUS BERBASIS PEMBIASAAN DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER ANAK USIA DINI AL-ISHLAH KUALA JAMBI Linda Alfi Khoiriyah; Khoirotul Muslimah
Walada: Journal of Primary Education Vol. 5 No. 1 (2026): Walada: Journal of Primary Education
Publisher : cendekia citra gemilang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/wjpe.v5i1.523

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya penguatan karakter religius pada anak usia dini yang belum sepenuhnya terkelola secara sistematis dalam praktik pendidikan. Studi ini bertujuan untuk menganalisis manajemen budaya religius berbasis pembiasaan dalam pembentukan karakter anak usia dini di PAUD Al-Ishlah Kuala Jambi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, melibatkan 12 informan yang terdiri atas guru dan orang tua, serta teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya religius telah terintegrasi dalam kegiatan harian melalui pembiasaan seperti doa, salam, hafalan, dan praktik ibadah, dengan perencanaan dan pelaksanaan yang cukup konsisten, namun evaluasi masih bersifat informal berbasis pengamatan perilaku. Temuan juga mengidentifikasi hambatan berupa keterbatasan kompetensi guru, fasilitas, dan keterlibatan orang tua. Implikasi penelitian ini menegaskan bahwa keberhasilan pembentukan karakter religius tidak hanya ditentukan oleh intensitas kegiatan, tetapi oleh kualitas manajemen yang sistematis, kolaboratif, dan berkelanjutan antara sekolah dan keluarga.
REKONSTRUKSI STRATEGI PEMBELAJARAN FIQIH DASAR BERBASIS PRAKTIK DALAM MENINGKATKAN PEMAHAMAN IBADAH SANTRI Putri Amalia; Khoirotul Muslimah
Walada: Journal of Primary Education Vol. 5 No. 1 (2026): Walada: Journal of Primary Education
Publisher : cendekia citra gemilang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/wjpe.v5i1.525

Abstract

Pembelajaran fiqih di madrasah diniyah masih cenderung berorientasi pada pendekatan teoritis sehingga belum optimal dalam mengembangkan kemampuan praktik ibadah santri, yang menunjukkan adanya kesenjangan antara pemahaman konseptual dan keterampilan praktik. Penelitian ini bertujuan untuk merekonstruksi strategi pembelajaran fiqih dasar berbasis praktik dalam meningkatkan pemahaman ibadah santri. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus di Madrasah Diniyah Tarbiatussibyan, Desa Parit Bilal, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi partisipatif, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi, serta dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran fiqih menerapkan pola integratif melalui tahapan ceramah, tanya jawab, demonstrasi, dan praktik langsung yang saling berkaitan. Berdasarkan temuan tersebut, direkonstruksi model pembelajaran fiqih berbasis praktik yang terdiri atas lima tahap, yaitu orientasi konsep, aktivasi pemahaman, visualisasi praktik, internalisasi melalui praktik langsung, serta refleksi dan koreksi, yang mampu meningkatkan keterlibatan dan pemahaman praktik ibadah santri. Penelitian ini berkontribusi dalam pengembangan model pembelajaran fiqih berbasis praktik yang integratif sebagai rujukan konseptual dan praktis dalam meningkatkan kualitas pembelajaran ibadah di madrasah diniyah