jumatriadi
STIT Palapa Nusantara Lombok

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ANALISIS INTERTEKSTUAL WASIAT BAHASA LISAN DAN TULISAN TGKH MUHAMMAD ZAINUDDIN ABDUL MADJID TENTANG PERSATUAN jumatriadi
Indonesian Journal of Education and Science Vol. 1 No. 1 (2024): October
Publisher : Formad English Foundation NTB Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67028/ijes.v1i1.28

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji wasiat lisan dan tulisan TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid mengenai persatuan, menggunakan pendekatan intertekstual untuk mengungkap keterkaitan antara kedua bentuk pesan tersebut. Melalui analisis teks lisan dan tulisan, penelitian ini mengidentifikasi tema-tema utama seperti kekompakan, keteguhan iman, dan pentingnya silaturahmi sebagai fondasi persatuan bagi warga Nahdlatul Wathan. Metode penelitian yang telah digunakan adalah  kualitatif deskriptif. Data dalam penelitian ini terdiri dari teks-teks lisan yang disampaikan oleh TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid, seperti ceramah atau pidato, serta tulisan beliau dalam karya sastranya buku “Wasiat Renungan Masa Pengalaman Baru”. Pengumpulan data telah dilakukan melalui studi pustaka untuk mendapatkan sumber-sumber tertulis, dan wawancara mendalam dengan beberapa tokoh atau masyarakat yang memahami atau menerima langsung ajaran beliau dalam bentuk lisan. Analisis data yang telah digunakan adalah metode analisis intertekstual, yang bertujuan membandingkan serta menafsirkan hubungan antara teks lisan dan tulisan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa  bahasa lisan dan tulisan dalam wasiat TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid merupakan perangkat yang terintegrasi untuk memperkuat nilai persatuan dalam organisasi NW. Melalui pendekatan intertekstual, struktur nilai persatuan diungkapkan sebagai ajaran moral yang memiliki dampak mendalam dalam membentuk karakter sosial dan religius masyarakat. Dalam kaitannya dengan kehidupan masyarakat Sasak, ajaran ini tidak hanya mengedepankan kerukunan sosial, tetapi juga memperkuat komitmen spiritual warga NW untuk menjaga persatuan sebagai wujud pengabdian yang lebih tinggi. Temuan ini memperkaya pemahaman mengenai ajaran beliau yang menekankan bahwa persatuan adalah fondasi dari ikatan sosial dan spiritual yang kuat.