Ahmad Maududi
STIT Palapa Nusantara Lombok. Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Penerapan  Permaianan  Puzzle  Telur  Pintar (Putepin)  Untuk  Meningkatkan  Perkembangan Kognitif Anak Usia 5-6 Tahun Ahmad Maududi
Journal of Scientific Studies and Multidisciplinary Research Vol. 2 No. 4 (2025): December
Publisher : Formad English Foundation NTB Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67028/jssmr.v2i4.159

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan perkembangan kognitif anak melalui  penerapan permainan puzzle telur pintar (putepin) anak usia 5-6 tahun pada kelompok B di TK Izzul Islam MT Wanasaba Lauk Tahun Pelajaran 2024/2025. Perkembangan kognitif anak pada pengenalan konsep bilangan rata-rata masih kurang, terutama pada konsep jumlah bilangan dan  beberapa simbol angka yang memiliki kemiripan seperti angka 6 dan 9. Adapun jumlah keseluruhan  sebanyak 18 anak. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri dari 2 siklus, masing-masing siklus terdiri dari 3 kali pertemuan, dengan tiap siklus terdiri dari  perencanaan, pelaksanaan observasi dan refleksi. Tehnik pengumpukan data dalam penelitian ini menggunakan tiga prosedur yaitu wawancara, observasi dan dokumentasi. Berdasarkan penelitian  yang telah dilakukan dapat diketaui bahwa penerapan permainan puzzle telur pintar (putepin)  dapat meningkatkan perkembangan kognitif anak usia 5-6 tahun di TK Izzul Islam MT Wanasaba Tahun  Pelajaran  2024/2025. Peningkatan tersebut dapat dibuktikan dengan adanya peningkatan  disetiap siklus yakni dari kondisi awal yang dapat kriteria belum tuntas 13 anak (72%), dan siswa tuntas sebanyak 5 anak (28%). Kemudian pada siklus I dapat diketahui anak yang dapat kriteria siswa tidak tuntas berjumlah 8 orang (44%), anak yang  tuntas berjumlah 10 orang  (55%). Serta pada  siklus  II anak yang dapat kriteri belum tuntas sebanyak 3 orang (17%), anak yang tuntas berjumlah 15 orang (83%). Sehingga sudah mencapai dari target ketuntasan klasikal yaitu 80%. Dengan demikian, di simpulkan bahwa  penggunaan  permainan  edukatif  puzzle  dapat  meningkatkan  kemampuan  anak dalam mengenal  dan menyebut  bilangan. Penggunaan metode  yang  tepat  dan media  yang menarik  akan  membuat  proses  belajar  mengajar  menjadi  lebih  asyik  dan  tidak membosankan