Maise Pransiska
Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PERAN PENDIDIKAN ISLAM DALAM MEMBENTUK ETIKA BELAJAR MATEMATIKA TERHADAP PENGEMBANGAN KARAKTER SISWA Maise Pransiska; Moh Restu Hoeruman
An-Nasyi'in: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 1 No. 2 (2025)
Publisher : An-Nasyi'in: Jurnal Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan memiliki fungsi tidak hanya sebagai sarana transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga sebagai alat pembentukan karakter peserta didik. Matematika merupakan mata pelajaran penting untuk pengembangan daya pikir siswa. Namun, pelajaran matematika sering kali dianggap sulit dan menantang, sehingga banyak siswa kehilangan motivasi dalam belajar. Data empiris menunjukkan bahwa banyak siswa yang tidak hadir tepat waktu, tidak membawa perlengkapan belajar (buku, alat tulis). Etika belajar mengacu pada sikap dan perilaku yang ditunjukkan oleh siswa selama proses pembelajaran, seperti kejujuran, ketekunan, dan tanggung jawab. Jenis penelitian yang di gunakan adalah kualitatif dengan pendekatan kepustakaan. Metode ini dilakukan dengan melakukan pencarian dan analisis isi terhadap literatur yang relevan dengan topik penelitian. Subjek Pengembangan karakter siswa melalui etika belajar matematika yang dibentuk oleh pendidikan Islam. Penelitian ini mengambil data dari sumber-sumber literatur seperti jurnal ilmiah, buku, artikel.  Penelitian ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang  peran pendidikan Islam dalam membentuk etika belajar matematika terhadap pengembangan karakter siswa. Penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran matematika yang diintegrasikan dengan nilai‑nilai Islam membantu membentuk karakter seperti kejujuran, tanggung jawab, disiplin, kerja keras, ketelitian, kemandirian, dan religiusitas. Integrasi nilai Islam dalam matematika juga berkontribusi pada peningkatan sikap etis dalam kegiatan belajar seperti menghindari mencontek, dan menghargai proses pengerjaan tugas. Pendidikan Islam membentuk etika belajar seperti kejujuran, tanggung jawab, dan kesabaran yang membantu siswa lebih disiplin dan tekun dalam belajar matematika serta memperkuat karakter mereka.
KALKULUS SEBAGAI JEMBATAN ILMU: MENGHUBUNGKAN KONSEP MATEMATIKA DENGAN FENOMENA KEHIDUPAN SEHARI-HARI. Fadila Ainur Rohmah; Raisyah Putri Ramadani; Eka Syelfira; Maise Pransiska; Putri Amellia; Muhammad Win Afgani
Wilangan: Jurnal Inovasi dan Riset Pendidikan Matematika Vol 1, No 1 (2026): September 2026
Publisher : FKIP Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/wjirpm.v1i1.41015

Abstract

Matematika merupakan ilmu fundamental yang berperan penting dalam kehidupan sehari-hari, salah satunya melalui cabang kalkulus. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran kalkulus sebagai "jembatan ilmu" yang menghubungkan konsep matematika dengan fenomena kehidupan nyata. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan kepustakaan (library research), dengan sumber data berupa buku, jumal ilmiah, dan literatur relevan lainnya. Teknik analisis data dilakukan menggunakan analisis isi (content analysis) untuk mengidentifikasi dan mengkaji keterkaitan antar konsep. Hasil kajian menunjukkan bahwa konsep utama dalam kalkulus, yaitu limit, turunan, dan integral, memiliki peran penting dalam menjelaskan fenomena dinamis seperti perubahan, pertumbuhan, serta akumulasi dalam berbagai bidang, seperti transportasi, ekonomi, kesehatan, dan lingkungan. Meskipun demikian, kalkulus masih sering dianggap sulit karena sifatnya yang abstrak dan kurangnya keterkaitan dengan konteks nyata dalam pembelajaran. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan pembelajaran kontekstual yang mampu menghubungkan konsep matematika dengan pengalaman sehari-hari peserta didik. Dengan demikian, kalkulus tidak hanya dipahami sebagai kumpulan rumus, tetapi juga sebagai alat berpikir yang aplikatif dan bermakna dalam kehidupan. Kata kunci: Kalkulus, Jembatan Ilmu, Pembelajaran Kontekstual, Fenomena Kehidupan, Matematika.