Hepi Ikmal
Universitas Islam Lamongan, Lamongan, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengembangan Model Pembelajaran Pendidikan Islam Berbasis Moderasi Beragama dan Nilai Budaya Lokal di Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Lamongan Ahmad Hanif Fahruddin; Indhra Musthofa; Hepi Ikmal
Jurnal Studi Pendidikan Agama Islam Vol. 1 No. 1 (2025): Jurnal Studi Pendidikan Agama Islam
Publisher : Pascasarjana IAI Al-Khairat Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32806/jspai.v1i1.913

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengembangkan model pembelajaran pendidikan Islam berbasis moderasi beragama dan nilai budaya lokal di MTsN 1 Lamongan sebagai respons terhadap tantangan intoleransi dan lunturnya identitas budaya di era global dan Society 5.0. Pendekatan yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Model ini dirancang dengan mengintegrasikan nilai-nilai moderasi seperti tawasuth, tasamuh, dan i’tidal ke dalam konteks budaya lokal Lamongan seperti tradisi kupatan, haul, selamatan, dan Grebeg Besar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model ini efektif meningkatkan pemahaman, sikap, dan perilaku moderat siswa serta memperkuat identitas mereka terhadap budaya Islam lokal. Evaluasi dilakukan melalui observasi, angket, dan wawancara terhadap siswa kelas VII dan VIII. Sebanyak 85% siswa menunjukkan peningkatan kesadaran akan pentingnya toleransi dan keberagaman, serta 78% siswa mengaku lebih menghargai nilai-nilai budaya lokal. Implementasi model juga melibatkan kegiatan ekstrakurikuler yang menekankan pada pembelajaran aktif, kolaboratif, dan berbasis pengalaman langsung. Penelitian ini memperkaya kajian teoritis tentang integrasi antara nilai agama dan budaya lokal serta memberikan kontribusi praktis berupa model pembelajaran kontekstual yang dapat direplikasi di madrasah lain di Indonesia. Dengan demikian, pembelajaran berbasis moderasi beragama dan budaya lokal tidak hanya relevan untuk konteks lokal Lamongan, tetapi juga menjadi strategi efektif dalam membangun pendidikan Islam yang damai, inklusif, dan responsif terhadap tantangan multikultural di tingkat nasional.
Example-Based Moral Education in Abdullah Nashih Ulwan’s Thought and Its Contemporary Relevance Mohammad Zaki Muharor; Afenda Ratna; Ahmad Fakhris Shidqi; Hepi Ikmal
Peradaban Journal of Interdisciplinary Educational Research Vol. 3 No. 2 (2025)
Publisher : Pustaka Peradaban

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59001/pjier.v3i2.321

Abstract

This study examines the thought of Abdullah Nashih Ulwan on moral education through the method of exemplification (role modeling). In the midst of increasing moral decline in contemporary society, Ulwan’s approach offers an Islamic pedagogical model that emphasizes character formation through lived examples rather than mere verbal instruction. Employing a qualitative library research method, this study analyzes Ulwan’s seminal work Tarbiyatul Aulad fil Islam along with supporting literature and modern educational theories. The findings reveal three core principles of Ulwan’s concept of moral education: consistency between words and actions, sincerity of intention, and the embodiment of Islamic values in daily life. His perspective resonates with Bandura’s social learning theory, which highlights the role of social environment and behavioral modeling in shaping character. The study concludes that Ulwan’s ideas remain relevant in addressing the moral challenges of today’s youth and provide practical implications for families, schools, and educational policy. These findings reaffirm the central role of educators as moral exemplars and emphasize the need for a holistic integration of ethical conduct into all dimensions of the educational process. Penelitian ini mengkaji pemikiran Abdullah Nashih Ulwan tentang pendidikan moral melalui metode keteladanan (role modeling). Di tengah meningkatnya gejala dekadensi moral pada era kontemporer, pendekatan Ulwan menawarkan model pedagogis Islam yang menekankan pembentukan akhlak melalui contoh nyata, bukan sekadar instruksi verbal. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif studi pustaka dengan menelaah karya utama Ulwan Tarbiyatul Aulad fil Islam serta literatur pendukung dan teori pendidikan modern. Hasil kajian menunjukkan bahwa Ulwan menekankan tiga prinsip utama pendidikan moral: konsistensi antara ucapan dan perbuatan, ketulusan niat, serta penghayatan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari. Perspektif ini selaras dengan teori pembelajaran sosial Bandura yang menekankan peran lingkungan sosial dan peniruan perilaku dalam pembentukan karakter. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemikiran Ulwan tetap relevan dalam menjawab tantangan moral generasi muda dan memberikan kontribusi praktis bagi keluarga, sekolah, dan kebijakan pendidikan. Temuan ini menegaskan pentingnya peran pendidik sebagai teladan moral serta perlunya integrasi holistik etika ke dalam seluruh dimensi pengalaman pendidikan.