Latar belakang: Anak prasekolah beresiko mengalami penyakit. Salah satunya adalah infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) yang biasanya ditandai dengan batuk dan pilek, sehingga dapat menganggu bersihan jalan napas. Salah satu cara yang dapat digunakan untuk mengeluarkan sekret pada anak adalah dengan fisioterapi dada. Fisioterapi dada adalah tindakan rehabilitasi untuk menangani gangguan pada saluran pernapasan. Fisioterapi dada terdiri dari beberapa metode yaitu perkusi, vibrasi, dan postural drainage. Tujuan: Tujuan penulisan ini memberikan gambaran pengelolaan bersihan jalan napas tidak efektif dengan fisioterapi dada pada anak pra sekolah dengan ISPA. Metode: Penelitian ini adalah penelitian deskriptif berupa laporan kasus asuhan keperawatan. Pendekatan asuhan keperawatan meliputi pengkajian, diagnosis keperawatan, intervensi dan evaluasi. Tindakan yang dilakukan adalah pemberian fisioterapi dada 30 menit selama 3 kali kunjungan di rumah responden. Instrumen yang digunakan adalah lembar asuhan keperawatan. Hasil: Hasil dari pengelolaan asuhan keperawatan dengan melakukan fisioterapi dada selama 3 hari masalah bersihan jalan napas tidak efektif teratasi sebagian. Suara ronkhie yang sebelumnya terdengar setelahnya sudah berkurang, frekuensi pernapasan sebelumnya 27 menjadi 21 kali permenit. Anak tidak lagi tampak sesak setelahnya. Secret dapat dikeluarkan setelah dilakukan tindakan. Batuk responden lebih produktif. Simpulan: Asuhan keperawatan dengan melakukan fisioterapi dada efektif untuk mengatasi masalah bersihan jalan napas tidak efektif pada anak prasekolah dengan ISPA.