Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Sosialisasi dan Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik Cair dari Air Cucian Beras di Desa Tinukari Irabiah Irabiah; Musril Musril; Della Apriani; Alya Salsabilah A; Yohana Ilna S.; Muhammad Ishak; Nurul Azizah; Melinda Mutiasari; Nurul Ilmi; Ildayanti Ildayanti; Riyan Hidayat S; La Ode Muhammad Ikhsan Yandi; Kadek Rudi Mahendra; Ana Nuharuddin
Jurnal Abdimas Indonesia Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34697/jai.v5i3.2080

Abstract

Pemanfaatan limbah rumah tangga sebagai bahan dasar pembuatan pupuk organik merupakan salah satu solusi inovatif dalam mendukung ketahanan pangan dan menjaga kelestarian lingkungan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan sosialisasi dan pelatihan kepada masyarakat Desa Tinukari mengenai teknik pembuatan pupuk organik cair (POC) berbahan dasar air cucian beras. Metode pelaksanaan dilakukan melalui tahapan persiapan, sosialisasi, demonstrasi langsung, serta pendampingan pembuatan pupuk organik cair. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa masyarakat sangat antusias dan mampu memahami serta mempraktikkan proses pembuatan pupuk organik cair dengan baik. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kemandirian masyarakat dalam mengelola limbah rumah tangga menjadi produk yang bermanfaat untuk pertanian berkelanjutan.
Penguatan Pemahaman Masyarakat tentang Hak dan Kewajiban Bekerja Berdasarkan Undang-Undang Ketenagakerjaan Muhammad As Ari. AM; Irabiah Irabiah; Sugianto Hutkri; Syaiful Mubarak; Jumriani Jumriani
Jurnal Abdimas Indonesia Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34697/jai.v5i4.2402

Abstract

Kurangnya pengetahuan tentang aspek legal ketenagakerjaan seringkali menyebabkan kerentanan terhadap praktik kerja yang merugikan. Pengabdian masyarakat ini memiliki tujuan untuk memperdalam pemahaman dan meningkatkan kesadaran masyarakat, terutama para pekerja dan calon pekerja di Desa Bende mengenai hak serta kewajiban mereka berdasarkan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan dan peraturan yang mendukungnya. Metode yang digunakan adalah penyuluhan atau sosialisasi interaktif dengan materi yang disajikan secara sederhana ,dan wawancara dengan peserta. Hasil dari pengabdian ini menunjukkan adanya peningkatan yang nyata dalam pemahaman para peserta mengenai upah minimum, jam kerja, hak cuti, pengembangan kompetensi, kesempatan dan perlakuan yang sama, jaminan sosial, berorganisasi, hak atas pesangon, perlindungan keselamatan kerja, serta prosedur penyelesaian perselisihan hubungan industrial. Peserta juga memahami kewajibankewajiban umum sebagai pekerja, kewajiban terkait hubungan industrial dan kewajiban bagi pekerja kontrak. Dengan adanya kegiatan ini, peserta secara umum yang semula kurang memahami menjadi lebih memahami tentang hak dan kewajiban sebagai pekerja.
Enhancing Local Tax Governance through Regulatory Impact Assessment (RIA): A Study on Edible Bird’s Nest Tax Regulation in Kolaka Regency, Indonesia Rahmad Hidayat; Patma Sari; La ode Awal Sakti; Rosnida Rosnida; Irabiah Irabiah; Yeni Haerani; Lisma Lisma
Al-Adalah: Jurnal Hukum dan Politik Islam Vol.10 No.2 (2025)
Publisher : Program Studi Hukum Tata Negara, Fakultas Syariah dan Hukum Islam IAIN Bone

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30863/ajmpi.v10i2.9806

Abstract

This study examines the application of the Regulatory Impact Assessment (RIA) methodology in the formulation of local tax regulations, using the edible bird’s nest (EBN) tax policy in Kolaka Regency, Indonesia, as a case study. Despite the region’s significant fiscal potential from EBN, the 2024 Regional Regulation on EBN taxation was enacted without a formal impact assessment, resulting in policy shortcomings such as low compliance, weak stakeholder engagement, and minimal revenue realization. Employing a normative-empirical legal research method, this study integrates statutory analysis with qualitative data collected through interviews with government officials, parliamentarians, and EBN producers. Findings reveal a mismatch between the legal design and the socio-economic realities on the ground, underscoring the absence of behavioral insights, participatory mechanisms, and implementation planning. The study argues that institutionalizing RIA in subnational governance can enhance regulatory legitimacy, transparency, and policy effectiveness, particularly in resource-based rural economies. It concludes by recommending the adoption of RIA as a standard practice in regional tax lawmaking, supported by capacity-building and inclusive stakeholder processe.